
SOLOK, KABARSUMBAR – Pelatihan imam masjid Kabupaten Solok harus menjadi agenda rutin, karena setiap masjid butuh imam yang tidak hanya handal dalam membaca alquran, tapi juga harus memahami seluk beluk ilmu agama.
Hal ini disampaikan Bupati Solok, Gusmal dalam pelatihan imam masjid se-Kabupaten Solok, di Fave Hotel, Selasa (13/11).
Menurutnya, Imam masjid juga memiliki peran sebagai pemersatu umat islam, menghidupkan semangat musyawarah, membentengi aqidah umat, menjadi uswah bagi jema’ahnya, menjadi rujukan dalam masalah keislaman dan membangun solidaritas jemaah.
Dia menyebut, pelatihan-pelatihan semacam ini perlu diadakan, bahkan sudah seharusnya ini dilakukan secara berkelanjutan, karena masyarakat butuh imam yang berkompeten. Apalagi fungsi masjid salah satunya yang berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan umat tentu saja memerlukan adanya imam atau pemimpin.
“Ini adalah sebuah langkah positif untuk membentuk sebuah pribadi yang mampu memimpin sholat dengan sangat baik, bahkan tidak hanya itu, imam masjid harus paham dan mengetahui seluk-beluk ilmu agama, agar masyarakat juga bisa bertanya perihal tersebut,” katanya.
Dilanjutkannya, sekali mulai melangkah, pantang untuk berhenti, sekali memulai rencana, rencana tersebut harus berlanjut, karena pada acara ini hanya sebagian kecil imam masjid yang berkesempatan ikut, semoga diacara berikutnya bisa memberikan pelatihan kepada imam-imam lainnya.
Para imam jangan hanya sekedar menjadi imam saja. Tetapi hendaknya para imam harus menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat di sekitarnya, Kabupaten Solok mempunyai yang namanya program subuh berjamaah yang telah dicanangkan sejak 2 tahun lalu.
“Para imam saya minta harus juga menguasai Alquran secara penuh sehingga bisa menjadi rujukan bagi masyarakat kita yang ingin bertanya,” jelasnya.
Sebelumnya, ketua pelaksana, Asep Ajidin menyebut tujuan pelatihan ini dalam rangka peningkatan kualitas imam masjid dan mushala yang professional di Kabupaten Solok. Peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari iman mesjid dan mushala se-Kabupaten Solok, kegiatan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 12-14 November 2018.
“Saya harap agar setiap imam sholat yang telah mengikuti pelatihan ini mampu menerapkan ilmunya di tempat masing-masing sehingga berguna bagi masyarakat sekitarnya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut pada dasarnya imam masjid yang bertindak sebagai imam sholat menjadi tonggak penting dalam mentransfer ilmu agama ke masyarakat, di mana sebagai fungsi-fungsi imam di zaman nabi dulu, yang mampu sebagai penentu arah bagi masyarakat.

“Diharapkan mereka dapat menerapkan ilmunya di lingkungan masing-masing dan juga mampu mentransfer ilmunya ke lingkungan sekitarnya, dan memotivasi imam-imam masjid yang lain,” katanya.
Kemudian, untuk ke depannya Asep mengatakan bahwa acara tersebut akan dilakukan secara periodik sebagai respons dari banyaknya yang mendaftar untuk menjadi peserta pada kesempatan pertama ini.
Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan agar setiap mesjid mempunyai imam sendiri, dengan pakaian khusus dan bacaannya bagus dan menjadi panutan sekaligus tempat bertanya bagi masyarakat tentang persolaan agama, dan pelatihan imam masjid ini sangat strategis dan harus dilanjutkan. Karena selama ini belum ada pelatihan secara massal seperti yang dilakukan sekarang.
“Ke depannya semoga imam menjadi sakral di masjid, dalam artian dia bisa memberikan panutan dan menjadi tempat bertanya yang baik tentang persoalan agama,” tutupnya.
[Fernandez]





