Agustus 2018, Pemko Pariaman Terapkan Sistem eWarung

Ilustrasi kartu eWarung
Ilustrasi kartu eWarung. Foto : Internet
Ilustrasi kartu eWarung
Ilustrasi kartu eWarung. Foto : Internet

Penerapan eWarung di Kota Pariaman akan mulai diterapkan mulai Agustus 2018, mendatang. Hal ini sesuai dengan keputusan Gubernur Sumatera Barat nomor 500-258-2017 tentang Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Beras Sejahtera dan Bantuan Pangan Tunai.

Sekda Kota Pariaman, Indra Sakti mengatakan, untuk bulan Januari hingga Juli 2018 masih diterapkan seperti biasa, alias belum menggunakan sistem eWarung.

Nantinya, sistem eWarung, disebut Indra akan dibuat empat sistem pada setiap Kecamatan di Kota Pariaman.

“eWarung akan dibuat empat eWarung per 1 Kecamatan. eWarung harapan saiyo terletak kelurahan jalan Baru Pariaman Tengah, eWarung Tigo Sapilin terletak di Desa Sikapak Barat Pariaman Utara, eWarung Sabiduk sadayung terletak di Kampung Baru Padusunan Pariaman Timur, eWarung Barengan terletak di Sikabu Pariaman Selatan,” kata Indra Sakti di Balai Kota Pariaman saat melaunching Pendestribusian Rastra Kota Pariaman Rabu (7/2/2018).

Adanya eWarung pada setiap Kecamatan diharapkan akan mempermudah distribusi beras pada setiap Kecamatan, seperti di Pariaman Utara sebanyak 984 kilogram, Pariaman Tengah 655 kilogram, Pariaman Selatan 647 kilogram dan Pariaman Timur 697 kilogram.

“Program penanggulangan kemiskinan merupakan amanat pembangunan Nasional dan Pembangunan Daerah yang harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Agar berhasilnyanya program penanggulan kemiskinan, seperti program-program pembangunan lainnya, harus kita laksanakan secara sistematis,” jelas Indra.

Indra berpesan agar para Camat dapat bersinergi dan mendukung program ini guna misi memberantas kemeskinan.

“Sebagai gambaran pada tahun 2016 jatah rastra untuk Kota pariaman sebanyak 3.314, sedangkan pada tahun 2017 terdata sebanyak 2.983, ada pengurangan angka kemiskinan sebanyak 331, program Rastra ini senantiasa harus di evaluasi dan program Rastra ini harus transparansi didalam penyalurannya,” pungkas Indra.

[Rizki Pratama}