
PADANG, KABARSUMBAR – Setelah sukses dua tahun lalu turnamen sepakbola kolosal dan terbesar di tanah air, kini Minangkabau Cup II 2018 akan segera kembali bergulir dan akan berbeda dari sebelumnya. Pesta rakyat ini berlangsung di Ranah Minang, tepatnya pada Sabtu, (15/12/2018) di Stadion Gor Haji Agus Salim, Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
Berjalan dua musim dan keduanya dijuarai oleh Kecamatan Koto Tangah, turnamen ini berlabel “Irman Gusman Cup” pada 2016 dan sebelumnya pernah mencetak Rekor MURI sebagai Turnamen Sepak bola Terbesar Antar Kecamatan di Indonesia. Kemudian pada 2017 berganti nama menjadi Minangkabau Cup I dengan misi mempertandingkan sepakbola antar kecamatan dan kota se-Sumbar.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Minangkabau Cup, Tria ‘Ola’ Suprajent menyebutkan pada 2018-2019, Minangkabau Cup II akan diikuti sebanyak 160 tim dari total 179 Kecamatan yang tersebar di 19 daerah kabupaten kota Sumbar. Kompetisi ini akan digelar pada 15 Desember 2018 hingga 23 Maret 2019.
Nantinya mereka akan bersaing di daerah masing-masing untuk memperebutkan kesempatan mewakili kota dan kabupaten asal mereka di babak 32 besar, misalnya Kota Padang yang memiliki 14 kecamatan akan diberikan kuota sebanyak dua tim. Sementara kota dan kabupaten lain diberikan kuota tim yang lolos sesuai jumlah kecamatan mereka.
Diperkirakan sekitar 5.000 pemain dan 1200 official akan terlibat dalam 200 pertandingan selama 4 bulan, hingga partai puncak yang menurut rencana akan digelar di Stadion Haji Agus Salim Padang, 23 Maret tahun depan. ”Rencana awal pembukaan Minangkabau Cup ini tanggal 8 Desember. Namun, karena menyesuaikan jadwal gubernur, maka jadwal pembukaan dipastikan dimulai pada 15 Desember 2018,” katanya.
Dikatakannya, alasan pergelaran Minangkabau Cup II berbeda dari dua turnamen sebelumnya yakni di mulai babak 16 besar dan akan dipilih pemain yang menjadi man of the match. ”Nantinya masing-masing pemain akan diberikan bantuan. Bagi tim yang masuk 32 besar, akan mendapatkan bantuan transportasi. Namun, kami meminta kreativitas masing-masing daerah untuk mencari bantuan di daerah masing-masing,” jelasnya.
Adapun tujuan diadakan ajang Minangkabau Cup II, sebagai ajang penyaluran bakat pemuda dari kabupaten/kota dan bertujuan untuk menggelorakan sepakbola di kalangan anak muda di Ranah Minang, melahirkan berbagai pemain-pemain yang berkualitas dan menambah jam terbang pemain, karena semakin banyak mengikuti turnamen, dapat meningkatkan mental para pemain.
“Ini bagian dari komitmen moral Kami untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga, terutama melahirkan bibit pemain sepakbola, di kalangan anak-anak muda Ranah Minang, dan semua pelosok Sumbar,” ujarnya.
Selain itu, guna membangun masa depan sepak bola di Ranah Minang yang berkesinambungan. Terlihat dari perubahan label dari “Irman Gusman Cup” menjadi “Minang Kabau Cup” ini sekaligus membuktikan bahwa even antar kecamatan dan kota ini masih dapat terus berlanjut walau sang pencetusnya saat ini sedang tersangkut kasus hukum.
Tria menyebutkan untuk menyukseskan dan menggelar kompetisi ini pihaknya menggelontorkan dana sekitar Rp1,7 miliar yang bersumber dari pihak ketiga. Selain itu pihaknya dibantu Asprov PSSI Sumbar agar turnamen ini berjalan dengan baik dan mencapai target yang dicanangkan.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Sumatera Indra dt Rajo Lelo mengatakan pada turnamen tersebut nantinya akan melibatkan 250 wasit berlisensi C III dan C II nasional asal PSSI Asprov PSSI Sumbar yang selama ini minim jam terbang memimpin laga.
Ajang Minangkabau Cup II ini membantu program Asprov PSSI Sumbar terutama pengembangan pemain usia muda karena yang dilibatkan dalam turnamen ini adalah yang berusia di bawah 23 tahun. “Kami berharap tentu turnamen ini dapat digelar setiap tahun sehingga banyak muncul bibit pemain sepakbola handal dari Sumbar. Serta meningkatkan jam terbang pemain, selama mereka selalu berlatih dan ini waktunya menunjukkan hasil latihan mereka,” ujarnya.
Disisi lain, Ketua Harian Panitia Pelaksana, Hardimen Koto menambahkan tim yang akan lolos dari kabupaten/kota ke babak final mengalami perbedaan. Menurutnya, kabupaten/kota yang memiliki 2 sampai 7 kecamatan hanya akan diwakili satu tim. Selanjutnya, 8 sampai 12 kecamatan diwakili dua tim dan 13 sampai 17 kecamatan diwakili 3 tim.
Untuk 32 tim yang lolos, akan dibagi 8 grup yang akan bertanding di 8 lokasi di kabupaten/kota. ”Tahun lalu, pembagian berdasarkan gografis, namun pada tahun ini mereka akan dilakukan drawing untuk tim yang lolos. Jadi bisa saja tim Sijunjung akan satu grup dengan Bukittinggi,” ujarnya.
Terakhir, terkait regulasi pemain, Sekretaris Panitia Pelaksana N. Nofi Sastera menjelaskan, jumlah pemain ada 22 orang dan turnamen ini bertujuan untuk menggali bibit sepakbola berusia muda. Maka disepakati pemain yang didaftarkan 22 orang. Terdiri dari 19 pemain dengan kelahiran 1997 dan 3 pemain kelahiran 1995.
”Open ceremony pada 1 Desember 2018 nanti, piala bergilir yang berhasil diraih Tim Koto Tangah tahun lalu akan diserahkan kepada Gubernur Sumbar. Selanjutnya, Gubernur akan menyerahkan kepada panitia pelaksana untuk diperebutkan kembali di Turnamen Minangkabau Cup II,” ungkapnya.
Sebagai apresiasi, Spartan Enterprise selaku panitia penyelenggara menyediakan berbagai hadiah dalam bentuk tropi dan uang pembinaan, diantaranya Tropi Bergilir Gubernur dan Kapolda Sumatera Barat untuk tim pemuncak atau juara umum Minangkabau Cup 2018. Selain itu juga akan dipilih pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan tim fair play.
Tahun ini event tersebut tetap menggunakan tagline “Berbakti untuk Nagari” sebagaimana yang telah digunakan pada Turnamen Irman Gusman Cup 2016 dan Minangkabau Cup pada 2017. “Semoga saja hajatan seperti ini bisa menjadi percontohan atau blueprint bagi para pembina sepak bola lainya, jadi bukan hanya berlangsung di Ranah Minang atau Sumbar melainkan juga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya untuk dapat membuat hal yang sama,” tutupnya.
(Putri Caprita)





