DaerahKabupaten Tanah DatarPeristiwa

Ricuh, Ratusan Warga Jorong Sitakuak Dihalau Aparat

2990
×

Ricuh, Ratusan Warga Jorong Sitakuak Dihalau Aparat

Sebarkan artikel ini
Fhoto : Ratusan Warga Jorong Sitakuak, Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab saat melakukan aksi yang berakhir ricuh dengan aparat keamanan, Kamis (01/11).
Fhoto : Ratusan Warga Jorong Sitakuak, Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab saat melakukan aksi yang berakhir ricuh dengan aparat keamanan, Kamis (01/11).

TANAH DATAR, KABARSUMBAR.COM – Aksi ratusan warga Jorong Sitakuak Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab  berakhir ricuh. Bentrok dan saling dorong warga dengan petugas kepolisian tidak terhindari saat proses perbaikan pompa milik PDAM Tirta Alami Kabupaten Tanah Datar, Kamis (1/11) di Sitakuak.

Puluhan polisi berpakaian lengkap dan preman yang ikut melakukan pengamanan petugas PDAM saat memperbaiki pompa air Tabek Panjang di daerah tersebut, mengusir warga yang hendak melarang perbaikan tersebut.

Aksi saling dorong itu membuat suasana semakin gaduh, dua orang warga yang ikut dalam aksi pelarangan itu diamankan polisi ke Mapolres Tanah Datar.

Melihat dua warganya di amankan, warga yang diikuti oleh ibu-ibu tersebut langsung merangsek membantu rekannya, sehingga aksi saling dorong terjadi antara massa aksi dengan petugas. Untuk membubarkan kericuhan aparat segera memberikan tembakan peringatan ke udara agar masa membubarkan diri.

Yasnaini (57) warga yang ikut aksi lansung mencopot bajunya ketika dia mengetahui topriadi (29) salah seorang anaknya ikut diamankan petugas. Meski anggota Polwan sudah membujuk Yasnaini untuk memakai bajunya kembali, tetapi wanita yang biasa dipanggil tek Nai ini tidak menghiraukan dan berharap anaknya dibebaskan.

Koordinator Lapangan Erma Duski didampingi Wali Nagari Gurun mengatakan, jika warga sebelumnya tidak melakukan anarkis dan berharap polisi melepaskan warga yang ditahan.

“Warga kami tidak anarkis, kenapa warga kami yang ditahan”, kata Erma Duski.

Kabag Ops Polres Tanah Datar Kompol. Yon Hendra mengatakan usai perbaikan pompa kedua warga akan dibebaskan, dan itu tidak ditahan melainkan diamankan.

Yon Hendri meminta warga untuk bersabar, agar pengerjaan perbaikan pipa bisa segera diperbaiki dan kedua warga yang diamankan segera dibebaskan.

Kedua warga yang diamankan di Mapolres Tanah Datar yakni Topriadi dan Ulfa Hendra, dilepas saat dijemput oleh Wali Nagari setempat, orang tua dan koordinator aksi Erma Duski.

Sebelum meninggalkan Mapolres keduanya menanda tangani perjanjian tidak akan melakukan perusakan embung ataupun pompa yang lansung di police line petugas setelah dilakukan perbaikan.

Direktur PDAM Tirta Alami Tanah Datar Bahnur Matris sangat menyayangkan terjadinya kericuhan tersebut.

“Saya sebagai warga Sitakuak sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi”, katanya.

Sementara perbaikan yang dilakukan PDAM sudah sesuai dengan berita acara rapat No. 500/24/Setda/2018 yang digelar Rabu (31/10) kemaren.

Poin kedua berita acara tersebut memuat bahwa perbaikan pompa segera dilakukan dengab tidak merubah debit air dan penguna yang ada saat ini, serta tidak ada lagi penyambungan baru khusus yang dilayani dari pompa Sitakuak.(ddy)

(Sebagian Dikutip di bakaba.net)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.