Kota PadangPemerintah

Wawako Padang Percepat Eliminasi TB Bersama Kemenkes

124
×

Wawako Padang Percepat Eliminasi TB Bersama Kemenkes

Sebarkan artikel ini
wawako-maigus-nasir-tegaskan-komitmen-percepat-eliminasi-tb-bersama-kemenkes-di-padang
Wawako Maigus Nasir Tegaskan Komitmen Percepat Eliminasi TB Bersama Kemenkes di Padang

Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan Pemerintah Kota Padang berkomitmen mempercepat penanganan Tuberkulosis (TB) setelah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI untuk program eliminasi TB di Sumatera Barat.

Pernyataan itu disampaikan Maigus usai menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI dr. Prima Yosephine, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Rektor Unand Efa Yonnedi, Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Dovy Djanas, para kepala daerah se-Sumbar, civitas akademika, dan tenaga kesehatan.

Maigus menilai kehadiran Wakil Menteri Kesehatan menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah percepatan eliminasi TB di Kota Padang.

Ia mengatakan Pemko Padang di bawah arahan Wali Kota Padang akan segera menindaklanjuti berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan.

Dukungan itu mencakup pendataan pasien TB yang belum terjangkau layanan kesehatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu. “Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah kasus TB di Kota Padang saat ini tercatat lebih dari 4.000 kasus. Dari total itu, sekitar 95 persen pasien telah menuntaskan pengobatan.

“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” jelasnya.

Maigus juga mengajak masyarakat mendukung eliminasi TB dengan membangun lingkungan sehat dan bebas asap rokok.

Menurut dia, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko berkembangnya TB.

“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum.

Selain itu, jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” tutur Wawako.

Sementara itu, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat program eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, serta pembentukan kader TB di desa dan kelurahan.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu.

“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” tegasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.