Nasional

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus Di Indonesia

126
×

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus Di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Foto : internet

Jakarta – Kementerian Kesehatan menegaskan hantavirus bukan virus baru di Indonesia setelah penyakit itu kembali menjadi sorotan internasional menyusul wabah di atas kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Spanyol. Penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus dan celurut tersebut sudah terdeteksi di Tanah Air sejak 1991.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menjelaskan, hantavirus dengan tipe klinis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) telah ditemukan di Indonesia sejak 1991. Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti penularan antarmanusia untuk tipe HFRS.

Berdasarkan laporan WHO per 7 Mei 2026, tercatat delapan kasus hantavirus dan lima di antaranya sudah terkonfirmasi. Di Indonesia, Kemenkes mencatat ada 23 kasus pada periode 2024-2026, dengan 20 pasien sembuh dan tiga meninggal dunia.

Kasus terbanyak terjadi pada 2025 dengan 17 kasus. Sementara itu, pada 2026 tercatat lima kasus dan pada 2024 satu kasus.

Penularan hantavirus terjadi setelah kontak dengan tikus atau celurut terinfeksi, termasuk melalui ekskresi dan sekresi hewan tersebut. Andi menyebut, di Asia termasuk Indonesia, serta Eropa, kasus hantavirus yang ditemukan merupakan tipe HFRS.

Pakar Penyakit Menular dari University of Michigan Health, Emily Abdoler, mengatakan infeksi hantavirus kerap tidak langsung terdeteksi karena gejalanya samar. Ia menilai penyakit ini tergolong jarang, tetapi tingkat kematiannya bisa mencapai 40 persen.

Tingkat kematian yang tinggi terjadi karena virus ini menyerang organ vital seperti paru-paru dan ginjal. Lalu, seperti apa kasus hantavirus di Indonesia, termasuk gejala dan pengobatannya? Simak selengkapnya dalam rangkaian infografis berikut ini.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.