Sawahlunto — Pemerintah Kota Sawahlunto terus mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis sejarah. Salah satu langkah nyatanya, yakni menjajaki kembali kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terkait pengoperasian Lokomotif Uap E1060 “Mak Itam”.
Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, menerima langsung kunjungan Manager Partnership and Participation PT KAI beserta tim di Balaikota, Senin (tanggal).
Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada evaluasi skema kerja sama, terutama mengenai pengaktifan kembali kereta api wisata yang menjadi ikon sejarah Sawahlunto.
Dalam dialog itu, Rovanly menegaskan pentingnya peran Mak Itam sebagai simbol kota dan potensi wisata unggulan yang bernilai strategis.
“Mak Itam bukan hanya alat transportasi lama. Ia adalah representasi identitas historis kota yang diakui secara nasional dan global,” kata Rovanly.
Ia juga menekankan urgensi pengoperasian kembali Mak Itam dalam waktu dekat. Sebab, Sawahlunto akan menjadi tuan rumah ajang internasional We Are Site Manager Symposium, yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara.
“Ini momen emas untuk memperkenalkan Mak Itam sebagai ikon heritage kelas dunia,” tegasnya penuh semangat.
Menanggapi hal itu, pihak PT KAI menyatakan kesiapan meneruskan aspirasi Pemerintah Kota Sawahlunto ke manajemen pusat. Mereka menyebutkan, proses pembahasan internal akan dilakukan sebelum mengambil keputusan resmi.
Selain itu, PT KAI juga meminta waktu untuk merumuskan langkah operasional jangka pendek dan meninjau ulang bentuk kolaborasi jangka panjang bersama Pemko.
Kunjungan ini menegaskan semangat sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN. Kolaborasi tersebut menjadi pondasi dalam memajukan pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus merawat nilai sejarah yang menjadi kebanggaan Kota Sawahlunto.






