Pemerintah

Kembangkan Sapi Lokal Sumatera Barat, BPTU-HPT Padang Mengatas Jalin Kerjasama dengan Berbagai Pihak

147
×

Kembangkan Sapi Lokal Sumatera Barat, BPTU-HPT Padang Mengatas Jalin Kerjasama dengan Berbagai Pihak

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota – Dalam upaya menjaga kelestarian sekaligus meningkatkan produktivitas sapi lokal Sumatera Barat, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen balai sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dalam mendukung pengembangan sumber daya genetik ternak lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, mengungkapkan sapi lokal Sumatera Barat, khususnya Sapi Pesisir, merupakan salah satu plasma nutfah Indonesia yang memiliki keunggulan adaptasi terhadap kondisi lingkungan tropis, efisiensi pemanfaatan pakan lokal, serta ketahanan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

“Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui program pembibitan yang terarah, penerapan teknologi peternakan, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan”, ungkapnya, Minggu (19/07/2026).

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, kelompok peternak, serta mitra pembangunan lainnya, BPTU-HPT Padang Mengatas mendorong penguatan program pembibitan, konservasi sumber daya genetik, peningkatan mutu genetik ternak, pengembangan hijauan pakan ternak, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan.

Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperluas pemanfaatan teknologi reproduksi, memperkuat sistem perbibitan nasional, meningkatkan akses peternak terhadap bibit unggul, serta mengembangkan kawasan peternakan berbasis potensi lokal.

“Dengan sinergi yang kuat, diharapkan produktivitas dan populasi sapi lokal Sumatera Barat dapat terus meningkat tanpa menghilangkan karakteristik genetik yang menjadi keunggulannya”, ujarnya.

Selain aspek teknis, kerjasama yang dibangun juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengalaman antarinstansi maupun pemangku kepentingan. Pendekatan kolaboratif ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pengembangan peternakan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kedepan, BPTU-HPT Padang Mengatas berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam rangka mewujudkan pengembangan sapi lokal Sumatera Barat yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Dengan dukungan seluruh pihak, sapi lokal diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak”, tutupnya. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.