OlahragaSumatera Barat

KONI Sumbar Lepas Atlet Cricket Ikuti Kejurnas di Bali

×

KONI Sumbar Lepas Atlet Cricket Ikuti Kejurnas di Bali

Sebarkan artikel ini

Meski terkendala anggaran, kontingen ini tetap optimis menguji kekuatan jelang Pra-PON.

Ketua Umum KONI Sumbar melepas kontingen atlet cricket Sumatera Barat untuk mengikuti Kejurnas di Bali.

Padang – Sumatera Barat segera menguji taji atlet cricket mereka di panggung nasional.

Sebanyak 47 atlet dan pelatih resmi diberangkatkan menuju Denpasar, Bali, untuk berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Cricket yang berlangsung 22 Oktober hingga 2 November 2026.

Pelepasan kontingen dilakukan oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, di Lapangan Tenis Sekora, Padang, Minggu (18/10/2026). Turut hadir dalam seremoni tersebut Ketua Pengprov PCI Sumbar Prof. Syahrial Bakhtiar serta jajaran pengurus KONI lainnya.

Hamdanus memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Sumbar.

Ia menilai keputusan langsung terjun ke Kejurnas pasca-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI pada 14 Oktober lalu sebagai bentuk dedikasi tinggi atlet.

“Cricket luar biasa. Habis Porprov langsung tancap gas. Ini cabang olahraga pertama yang berangkat setelah Porprov. Atletnya tipe yang tidak cepat puas,” ujar Hamdanus.

Ia mengakui, semangat kontingen tetap menyala meski keberangkatan dilakukan di tengah keterbatasan anggaran.

Hamdanus berharap, ajang di Bali ini menjadi momentum emas untuk mengukur peta kekuatan lawan sekaligus pemanasan krusial menuju Pra-PON.

Di sisi lain, Ketua Pengprov PCI Sumbar, Prof. Syahrial Bakhtiar, mengungkapkan bahwa skuad yang dibawa merupakan hasil penyaringan ketat selama Porprov XVI. Tim inti yang berbasis dari Kabupaten Kepulauan Mentawai kini telah diperkuat oleh atlet-atlet terbaik hasil seleksi daerah.

Bagi Syahrial, Porprov menjadi fondasi krusial dalam menentukan komposisi tim. Tanpa kompetisi tingkat provinsi tersebut, tim pelatih akan kesulitan memetakan potensi atlet secara akurat.

“Kejurnas ini penting untuk melihat kemampuan dan membaca peta kekuatan lawan untuk Pra-PON. Kalau tidak ada Porprov, kita buta soal atlet yang akan diturunkan,” tegas Syahrial.

Kini, seluruh kontingen membawa misi besar dari Bali. Ajang nasional ini menjadi pembuktian nyata hasil pembinaan daerah sekaligus tolok ukur kesiapan Sumatera Barat dalam menghadapi persaingan yang lebih sengit di masa depan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.