PemerintahSumatera Barat

Mahyeldi Prioritaskan Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan Banjir Bandang Solok

×

Mahyeldi Prioritaskan Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan Banjir Bandang Solok

Sebarkan artikel ini

Solok – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi banjir bandang (galodo) yang menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026).

Bencana yang terjadi Senin malam tersebut melumpuhkan pusat pemerintahan Kabupaten Solok serta merusak belasan kantor organisasi perangkat daerah.

Di lokasi bencana, Mahyeldi menekankan tiga prioritas utama yakni keselamatan warga, pemenuhan logistik, dan akurasi pendataan kerusakan.

Dia memastikan pemerintah provinsi akan bergerak cepat memulihkan kondisi wilayah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita mendalam. Dua orang sempat dilaporkan hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Kami berharap satu korban lagi segera ditemukan,” ujar Mahyeldi.

Ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk segera memvalidasi data kerusakan.

Data tersebut akan menjadi acuan utama dalam merancang skema rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga maupun fasilitas publik yang hancur diterjang material lumpur.

Bupati Solok Jon Firman Pandu mengungkapkan, pusat pemerintahan kabupaten saat ini nyaris lumpuh total akibat tertimbun material perbukitan.

Menanggapi situasi kritis tersebut, pemerintah daerah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.

“Ini duka kita bersama. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ucap Jon.

Sebagai langkah darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok kini disulap menjadi posko evakuasi. Dapur umum milik kabupaten dan provinsi juga telah beroperasi penuh untuk menyuplai kebutuhan pangan para pengungsi.

Di sisi lain, mitigasi terhadap potensi banjir susulan terus dikebut.

Mengingat peringatan dini BMKG terkait curah hujan tinggi, alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dikerahkan untuk mengeruk sedimen di sepanjang aliran sungai.

Mahyeldi pun meminta seluruh elemen pemerintah tetap siaga.

Koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar penanganan tidak tumpang tindih dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terjamin selama masa tanggap darurat berlangsung.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.