Megathrust Mentawai, BMKG Himbau Masyarakat Waspada

  • Bagikan
Skenario Megathrust Mentawai. Foto : Liputan6
Skenario Megathrust Mentawai. Foto : Liputan6

PADANG, KABARSUMBAR – Masyarakat Sumatera Barat diingatkan untuk waspada akan potensi gempa 8,8 Skala Richter (SR) dari pusat Megathrust yang berada di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan, jika Megathrust Mentawai saat ini, menjadi prioritas utama yang harus terus diawasi. Meskipin, kata Dwikorita, ada delapan zona kegempaan di Indonesia.

Menurut Dwikorita, Megathrust Mentawai diyakini saat ini, kian dekat mengancam Sumatera Barat (Sumbar).

“Menurut pakar gempa, Megathrust Mentawai saat ini sudah berada pada periode pelepasan. Energi (gempa) yang dikeluarkan akan keras. Makanya Megathrust Mentawai menjadi prioritas utama yang harus diawasi,” kata Dwikorita usai Rapat Koordinasi Mitigasi dan Pengurangan Bencana Gempa dan Tsunami di Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang, Rabu (6/2/2019).

Dilanjutkan Dwikorita, mengacu pada analisis yang dilakukan para peneliti kegempaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat ini Mentawai berada pada posisi pertama yang harus diwaspadai di Indonesia.

Taka hanya itu, BMKG juga mengkhawatirkan patahan ‘semangko’ Pulau Sumatera yang juga melewati Sumatera Barat, juga harus diwaspadai. Namun demikian, dari analisis para pakar dari BMKG maupun LIPI, prioritas utama tetap pada zona patahan Megathrust di Mentawai.

“Kami tetap pantau Patahan Semangko, karena itu ada di darat walaupun magnitudo-nya tidak sebesar di Mentawai (8,8 SR),” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawijaya mengatakan, jika potensi Megathrust Mentawai saat ini masih menyimpan energi. Bahkan, Megathrust Mentawai bisa melepaskan energi kegempaan mencapai magnitudo 8,8 SR.

“Secara ilmiah, itu (gempa) sudah berada di masa periode pelepasan energi dari segmen Mentawai ini,” kata Danny.

  • Bagikan