PLN Tetap Jaga Keandalan Pasokan Listrik di Masa Pandemi

  • Bagikan
Foto : Internet

PadangPLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar tetap menjaga keandalan pasokan listrik meski di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Hal itu disampaikan General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto saat menggelar press conference secara virtual melalui video conference pada Rabu, 06 Januari 2021.

Press converence itu dilakukan sebagai bentuk keinginan PLN untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, khususnya tentang layanan PLN pada masa pandemi. Hadir dalam press conference tersebut, General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto beserta jajarannya.

Menurut Bambang tahun 2020 menjadi salah satu tahun terberat bagi masyarakat, akibat dari adanya pandemi Covid-19. PLN pun tidak luput dari dampak pandemi tersebut. Meski demikian PLN selalu siap siaga menjaga mutu dan keandalan pasokan listrik mulai dari melakukan inspeksi instalasi, pemeliharaan dan menyuplai listrik yang andal untuk lokasi vital seperti rumah sakit rujukan Covid, laboratorium Covid dan fasilitas umum lainnya. Karena banyak kegiatan masyarakat beralih ke rumah maka PLN juga terus menjaga mutu dan keandalan pasokan listrik ke rumah-rumah warga.

“Alhamdulillah tahun 2020 dapat terlewati dengan baik meski ditengah keterbatasan akibat pandemi. Namun PLN harus tetap siaga menjaga stabilitas pasokan listrik untuk seluruh masyarakat, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat bagi seluruh petugas,” tegasnya.

Ia menyebutkan PLN tidak menyerah untuk menjaga mutu keandalan listrik, baik di hari biasa maupun hari besar seperti Pilkada, Natal dan Tahun Baru yang baru saja kita lewati.

Sistem kelistrikan Sumatera Barat sendiri memiliki daya mampu mencapai 743,62 MW dengan beban puncak sebesar 596,1 MW. Oleh karenanya Sumbar memiliki energi listrik yang cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat baik melalui pembangkit lokal maupun yang sudah terintegrasi melalui system interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Selain upaya peningkatan keandalan listrik, PLN juga tidak berhenti memberikan stimulus covid-19 kepada pelanggan, khususnya pelanggan rumah tangga dan industri. Di Sumbar sendiri terdapat sedikitnya 328.697 pelanggan pasca bayar dan 156.917 pelanggan prabayar yang mendapatkan stimulus listrik gratis bagi pelanggan 450 VA dan diskon 50% tagihan listrik bagi pelanggan 900 VA bersubsidi.

Selain stimulus listrik gratis, sepanjang tahun lalu PLN juga mengeluarkan stimulus tambah daya super wow bagi pelanggan rumah tangga daya golongan daya 450 VA sampai 4400 VA dengan pilihan daya akhir 2200 VA hingga 5500 VA. Serta stimulus super merdeka diskon 75% naik daya untuk pelanggan UMKM golongan tarif bisnis dan industri untuk meringankan beban serta siap bangkit di masa pandemi ini.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan bahwa Pemerintah telah memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN kategori rumah tangga daya 450 VA dan 900VA bersubsidi, serta kategori bisnis dan industri daya 450 VA hingga bulan Maret 2021.

Perpanjangan program subsidi tagihan listrik ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban kelompok masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Stimulus covid bagi pelanggan PLN sudah mulai bisa dinikmati pada tanggal 7 Januari 2021.

Bagi pelanggan rumah tangga, program ini memberikan diskon 100% kepada pelanggan listrik kategori daya 450 VA dan diskon 50% kepada pelanggan kategori daya 900VA bersubsidi yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Demikian juga untuk pelanggan bisnis dan industri daya 450 VA akan diberikan 100% tagihan listrik. Sama seperti sebelumnya, bagi pelanggan pasca bayar, bantuan ini akan langsung masuk dalam tagihan masing-masing pelanggan, sementara untuk pelangan prabayar atau yang menggunakan sistem token, besaran bantuan diberikan sama dengan bantuan di Tahun 2020.

Selain itu untuk industri besar PLN memberikan stimulus berupa pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum bagi pelanggan yang pemakaian listriknya dibawah ketentuan rekening minimum 40 jam nyala dan keringanan dalam bentuk turun daya sementara.

Untuk Sumatera Barat sendiri, PLN Sumbar memiliki program Rezeki Listrik Dunsanak Minang 2020 yang telah diundi pada akhir Desember lalu. Program ini merupakan apresiasi terhadap pelanggan yang membayar listrik di awal bulan.

“Pada momen awal tahun ini PLN ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan besar dari masyarakat dalam bentuk membayar listrik tepat waktu, dimana tingkat kesadaran masyarakat dalam ketertiban membayar listrik lebih baik jika dibandingkan periode tahun 2019 lalu. Tentu hal tersebut sangat penting bagi operasional PLN,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center 123, Aplikasi New PLN Mobile, atau media sosial PLN.

  • Bagikan