Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengungkap lima kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi sepanjang April hingga September 2026.
Empat perkara tercatat di Kabupaten Dharmasraya dan satu kasus lainnya di Kabupaten Solok.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyatakan pengungkapan ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam menekan angka kriminalitas melalui koordinasi antar-satuan yang lebih intensif.
“Kami menangani sejumlah kasus pencurian kendaraan, mulai dari sepeda motor Honda CRF 150 dan Yamaha NMAX hingga mobil Mitsubishi Colt L300 dan Mitsubishi Colt T120 SS,” ujar Susmelawati di Mapolda Sumbar, Selasa (20/10/2026).
Pada 30 April 2026, polisi meringkus RH (41) dan FA (32) atas pencurian Honda CRF 150 di Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Kendaraan tersebut raib saat diparkir di area tempat karaoke. Polisi menyita unit motor beserta dokumennya, meski nomor rangka dan mesin kendaraan telah dirusak.
FA (32) kembali beraksi di lokasi yang sama pada 16 Juni 2026.
Ia menggasak Honda CRF 150 yang terparkir di depan SPBU Sialang meski dalam kondisi terkunci stang.
Kasus ketiga melibatkan pencurian mobil Mitsubishi Colt L300 di Jorong Sungai Nili pada 11 September 2026.
Berbekal rekaman CCTV warga, polisi menetapkan FA (32) sebagai tersangka, sementara seorang pelaku berinisial R kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Di Kecamatan Pulau Punjung, RH (41) dan M (28) juga dibekuk atas pencurian Yamaha NMAX pada 21 September 2026.
Dari tangan mereka, petugas menyita Yamaha NMAX milik korban, satu unit Honda PCX yang diduga digunakan saat beraksi, serta kunci leter T.
Sementara itu, kasus di Kabupaten Solok terjadi pada Juni 2026. Pelaku berinisial BS (29) dan FA (32) diduga membawa lari mobil Mitsubishi Colt T120 SS menggunakan kunci T yang telah dimodifikasi.
Hasil penyelidikan mengungkap mobil tersebut dijual seharga Rp10 juta, di mana BS dan FA masing-masing menerima bagian Rp1 juta.
Meski polisi telah menyita sejumlah barang bukti, mobil Mitsubishi Colt T120 SS tersebut hingga kini masih dalam pencarian.






