Kabupaten AgamPemerintah

Ini Alasan Pemkab Agam Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

333
×

Ini Alasan Pemkab Agam Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini

Perpanjangan masa tanggap darurat ini berlaku setelah masa tanggap darurat sebelumnya berakhir pada tanggal yang sama.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, dalam rapat evaluasi tanggap darurat yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat secara virtual dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Agam, Senin (22/12).
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, dalam rapat evaluasi tanggap darurat yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat secara virtual dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Agam, Senin (22/12).

Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor selama 14 hari ke depan.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengumumkan keputusan ini usai rapat evaluasi tanggap darurat yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat secara virtual, Senin (22/12).

Perpanjangan masa tanggap darurat ini berlaku setelah masa tanggap darurat sebelumnya berakhir pada tanggal yang sama.

Dijelaskan Bupati Agam, keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama OPD dan Forkopimda yang menunjukkan kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan intensif.

Prioritas utama dalam perpanjangan masa tanggap darurat ini meliputi pembersihan puing-puing rumah warga, pembukaan akses jalan yang tertutup lumpur, serta penanganan tebing rawan longsor.

Pemerintah daerah juga fokus pada pembersihan lumpur dan sedimen tebal di jalan dan sungai yang berpotensi memicu bencana susulan saat hujan deras.

Bupati Benni Warlis menyatakan, Pemkab Agam akan terus bersinergi dengan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan instansi terkait lainnya selama masa perpanjangan.

Selain itu, pembangunan jembatan darurat masih menunggu bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat.

Kabupaten Agam membutuhkan 13 jembatan bailey untuk menggantikan jembatan yang rusak.

Pemkab Agam juga membutuhkan alat berat untuk penanganan lumpur, sedimen, serta normalisasi sungai dengan target utama sungai yang berpotensi meluap dan mengancam permukiman warga.

Kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan penghentian pencarian korban merupakan perhatian serius.

Pencarian korban secara resmi dihentikan setelah keluarga korban mengikhlaskan dan sepakat untuk tidak melanjutkan proses pencarian.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.