Pariaman – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menegaskan kesiapan untuk mengambil peran lebih besar dalam penyelenggaraan Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026.
Dukungan itu dibahas dalam pertemuan manajemen BIM dan tim pelaksana ajang lari tersebut yang menyoroti penguatan sport tourism di Sumatera Barat.
General Manager BIM, Dony Subardono, mengatakan bandara tidak sekadar menjadi titik transit, melainkan juga gerbang pertama yang membentuk kesan awal wisatawan terhadap daerah tujuan. Karena itu, BIM ingin ikut aktif memastikan event tersebut berjalan sukses.
“Dari ruang ini kita ingin memastikan kolaborasi yang tidak hanya wacana, tapi langsung menyentuh pengalaman peserta. BIM siap menjadi bagian penting dalam ekosistem event ini,” ujar Dony.
Sebagai bentuk dukungan, BIM menyiapkan ruang branding maksimal di area kedatangan.
Nuansa BOM Run akan ditampilkan melalui videotron, umbul-umbul, dan sejumlah titik promosi agar peserta langsung merasakan atmosfer acara sejak tiba di bandara.
“Begitu peserta tiba, mereka langsung merasakan atmosfer event. Ini penting untuk membangun kesan pertama yang kuat,” tambahnya.
Branch Communication & CSR BIM, Feni Lindriany, menilai narasi dan komunikasi menjadi unsur penting agar BOM Run dapat masuk ke dalam branding Sumatera Barat.
Menurut dia, bandara berperan sebagai etalase daerah yang mampu menyatukan promosi olahraga, pariwisata, dan budaya dalam satu rangkaian cerita.
“Bandara adalah etalase daerah. Kami ingin BOM Run hadir dalam satu cerita utuh-olahraga, pariwisata, budaya-semuanya menyatu sejak peserta menginjakkan kaki di BIM,” kata Feni.
Dari pihak penyelenggara, Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwam Syahputra, mengatakan ajang tersebut tengah disiapkan dengan standar tinggi.
Selain kompetitif, kegiatan ini juga dirancang memberi pengalaman lengkap bagi peserta.
“Kami ingin BOM Run menjadi magnet baru sport tourism di Sumbar. Tidak hanya berlari, tapi juga menikmati keindahan alam, kuliner, dan budaya Minangkabau,” ujar Revdi didampingi wakil bendahara BOM Run Benny Asril.
Yulviadi Adek menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting agar event berskala besar bisa berjalan optimal.
Menurutnya, kerja sama seperti ini sangat menentukan, terutama dalam urusan logistik, promosi, dan pelayanan bagi peserta dari luar daerah.
Keterlibatan Angkasa Pura sebagai pengelola bandara juga disebut tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Perusahaan itu direncanakan ikut ambil bagian langsung dalam BOM Run 2026 untuk memperkuat sinergi antara sektor transportasi dan industri event.
Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang General Manager BIM itu turut membahas peluang lanjutan, mulai dari penyambutan khusus peserta di bandara, penyediaan informasi destinasi wisata, hingga integrasi promosi digital untuk menjangkau pasar nasional dan internasional.
Dengan kerja sama yang semakin solid, BOM Run 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Sumatera Barat.






