PemerintahSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah Jawab Tantangan Keagamaan Kontemporer

51
×

Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah Jawab Tantangan Keagamaan Kontemporer

Sebarkan artikel ini

Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar ini menghadirkan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm.

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menegaskan pentingnya penguatan fikih wasathiyah atau moderat sebagai fondasi utama untuk menjaga persatuan umat sekaligus menjawab tantangan keagamaan di era modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Nadwah Fiqhiyyah Internasional bertajuk “Prinsip-prinsip Metodologis dalam Pemanfaatan Pendapat Fuqaha pada Isu-Isu Fikih Kontemporer” di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar ini menghadirkan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm.

Mahyeldi menekankan bahwa umat Islam memerlukan pemahaman agama yang menyejukkan, argumentatif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

“Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, pembahasan ilmiah mendalam merupakan ranah para ulama untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam agar tidak membingungkan masyarakat awam.

Gubernur menilai kehadiran Syekh Abdul Al-Razzaq menjadi momentum strategis bagi para dai, akademisi, dan pendidik di Sumbar untuk memperkuat tradisi dialog ilmiah.

Menurut Mahyeldi, Suriah dan Indonesia memiliki ikatan kuat dalam tradisi keilmuan Islam, terutama terkait pengamalan mazhab Syafi’i.

“Suriah memiliki warisan peradaban Islam luar biasa yang dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam,” tuturnya.

Mahyeldi juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter berbasis nilai agama sebagai prioritas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pembangunan karakter tersebut, menurutnya, harus berjalan selaras dengan penguatan ketahanan pangan, energi, dan nasional.

Anggota DPR RI, Rahmat Saleh, yang hadir dalam forum tersebut, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program penguatan kajian keislaman ini.

Ketua Panitia, Dr. Defrinal, menjelaskan bahwa forum tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari dai, dosen, guru pesantren, dan praktisi keislaman.

Peserta mengikuti proses pembelajaran intensif selama tujuh jam untuk membedah metodologi fikih kontemporer langsung dari pakarnya.

Wakil Ketua IKADI Sumbar, Muhammad Rido, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap kegiatan tersebut.

Pemerintah berharap forum ilmiah ini mampu mencetak dai yang adaptif, memiliki kedalaman ilmu syariah, dan berperan sebagai perekat persatuan di tengah masyarakat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.