Kota Padang PanjangPemerintah

Pemko Padang Panjang Optimalkan Peran Masjid dalam Mitigasi Bencana

69
×

Pemko Padang Panjang Optimalkan Peran Masjid dalam Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini

Upaya ini dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun (FGD) dalam rangkaian Bulan Mitigasi Bencana Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926.

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) menginisiasi penguatan peran masjid sebagai pusat edukasi dan kesiapsiagaan bencana.

Upaya ini dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun (FGD) dalam rangkaian Bulan Mitigasi Bencana Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926.

Kegiatan bertema “Peran Masjid dalam Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana” tersebut berlangsung di Hall Lantai III Balai Kota, Padang Panjang, Sabtu (6/6/2026).

Hadir dalam forum tersebut Wali Kota Hendri Arnis, Ketua DPRD Imbral, sejumlah ahli geologi, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait.

Wali Kota Hendri Arnis menekankan bahwa peringatan satu abad Gempa Padang Panjang 1926 harus menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif.

Menurutnya, keterlibatan masjid sangat krusial dalam membangun budaya mitigasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Padang Panjang memiliki kerentanan terhadap bencana alam. Oleh karena itu, masjid sebagai pusat aktivitas umat harus menjadi bagian dari sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang terintegrasi,” ujar Hendri.

Ia menilai posisi masjid sangat strategis karena berfungsi sebagai sarana edukasi yang efektif.

Dengan mengoptimalkan peran tersebut, pemahaman mengenai kebencanaan diharapkan dapat menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah secara merata.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Eko Susilo menyoroti kedekatan emosional warga dengan masjid sebagai kunci keberhasilan edukasi.

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat informasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui penguatan fungsi masjid, kita membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” jelas Eko.

FGD ini ditargetkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.

Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan Padang Panjang sebagai kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.