Ekonomi

Bank DBS Indonesia Pacu Laba Wealth Management Melalui Inovasi Digital

98
×

Bank DBS Indonesia Pacu Laba Wealth Management Melalui Inovasi Digital

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Bank DBS Indonesia mencatatkan kinerja impresif melalui layanan wealth management DBS Treasures dengan pertumbuhan Net Profit After Tax (NPAT) mencapai 289 persen secara tahunan hingga Mei 2026.

Capaian ini melampaui target anggaran perusahaan sebesar 157 persen, yang didorong oleh lonjakan jumlah nasabah baru sebesar 73 persen.

Keberhasilan ini ditopang oleh pendekatan advisory-led yang mengintegrasikan wawasan pasar global dengan teknologi kecerdasan buatan (machine learning).

Layanan tersebut memberikan personalisasi strategi kekayaan yang proaktif melalui pendampingan Relationship Manager serta notifikasi digital yang relevan bagi nasabah.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menyatakan pihaknya terus beradaptasi dengan perubahan perilaku nasabah di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar global. DBS berkomitmen menyajikan strategi investasi yang objektif, komprehensif, dan berorientasi pada peluang.

“Situasi pasar saat ini menjadi perhatian utama kami. Kami berkomitmen menyajikan strategi wealth management yang relevan dengan pendekatan personal yang berpusat pada kebutuhan nasabah,” ujar Melfrida.

Kinerja positif tersebut mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia.

Selain itu, Chief Investment Office (CIO) DBS dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A, yang mengukuhkan kapabilitas bank dalam mengelola kekayaan lintas generasi.

Di sisi lain, Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menyoroti pentingnya diversifikasi portofolio di tengah inflasi global yang masih berada di atas target bank sentral Amerika Serikat.

Ia menekankan strategi conviction-led dengan mempertahankan posisi overweight pada instrumen emas sebagai aset defensif.

“Tahun 2026 masih diwarnai volatilitas tinggi, namun peluang strategis tetap terbuka bagi investor jangka panjang. Kami menyediakan akses ke pasar emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi Rp5 miliar untuk memperkuat ketahanan portofolio nasabah,” jelas Djoko.

Untuk memastikan nasabah tetap terhubung dengan peluang global, Bank DBS Indonesia mengoptimalkan integrasi teknologi AI melalui aplikasi DBS digibank.

Informasi pasar yang telah terkurasi dikirimkan secara berkala melalui WhatsApp dan email untuk didiskusikan langsung dengan Relationship Manager.

Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, menambahkan pihaknya berfokus pada pengembangan kapabilitas nasabah melalui program eksklusif seperti DBS Expert Connection dan DBS NextGen Excursion.

Program ini membekali nasabah dengan wawasan mengenai inovasi disruptif, aset digital, hingga praktik bisnis berkelanjutan.

“Pendekatan kami diwujudkan melalui kampanye ‘Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda’. Kami terus menghadirkan solusi inovatif agar nasabah dapat menavigasi dinamika ekonomi dan mencapai tujuan finansial dengan penuh percaya diri,” tutup Natalina.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.