Kota PadangPemerintah

Wali Kota Padang Perkuat Strategi Toleransi Bersama SETARA Institute

105
×

Wali Kota Padang Perkuat Strategi Toleransi Bersama SETARA Institute

Sebarkan artikel ini

Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran mematangkan strategi penguatan nilai toleransi dan harmoni sosial bersama tim peneliti SETARA Institute di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (22/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas hasil studi Indeks Kota Toleran (IKT) sebagai acuan kebijakan pemerintah daerah dalam merawat keberagaman.

Fadly menegaskan, Padang merupakan kota majemuk dengan berbagai etnis, seperti Tionghoa dan India, yang hidup berdampingan dengan beragam suku dari seluruh Indonesia.

Ia menilai keberagaman sebagai aset daerah yang harus dijaga melalui ruang dialog dan pendekatan mediasi yang sehat.

“Sebagai pemimpin, kita harus menciptakan kerukunan dan mengedepankan mediasi agar tidak terjadi pertikaian antarsesama,” ujar Fadly.

Pemerintah Kota Padang berencana menggelar Padang Harmony Festival pada Agustus mendatang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota ke-357 untuk memperkuat citra kota yang toleran.

Koordinator Peneliti SETARA Institute, Ikhsan Yosarie, memberikan apresiasi atas kemajuan signifikan di Padang selama dua tahun terakhir.

Ikhsan menilai kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang konsisten menunjukkan keberpihakan terhadap inklusivitas melalui pernyataan publik serta kunjungan langsung ke kelompok minoritas.

Menurut data SETARA Institute, Padang kini telah keluar dari daftar 10 kota dengan tingkat toleransi terendah.

“Padang sudah berada pada zona skor 70-an atau zona berkembang,” jelas Ikhsan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang, Prof. Salmadanis, mendorong pemerintah daerah menyusun regulasi atau peraturan daerah yang inklusif.

Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum yang menjamin keberlanjutan kerukunan antarumat beragama, adat, dan budaya.

“Kita ingin membangun kehidupan masyarakat yang menerima seluruh komunitas sebagai satu kesatuan dalam berbangsa dan bernegara,” pungkas Salmadanis.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.