Limapuluh Kota – Keluarga besar Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-110, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran BPTU-HPT Padang Mengatas untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus merefleksikan perjalanan panjang lembaga dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan peternakan di Indonesia.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Zulkifli, S.Ag., M.A. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjadikan akhlak dan perilaku mulia Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak hanya relevan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga dapat diterapkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah organisasi maupun institusi pemerintahan.
Nilai kejujuran, amanah, kedisiplinan, kepedulian, kesabaran, serta komitmen dalam menjalankan tanggung jawab, kata dia, merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah yang penting untuk terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan semangat pengabdian yang menjadi bagian penting dari perjalanan BPTU-HPT Padang Mengatas. Sebab, menjalankan tugas di bidang peternakan tidak hanya membutuhkan kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga integritas serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.
Suasana kegiatan semakin hangat dengan kehadiran para purnabakti BPTU-HPT Padang Mengatas. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam peringatan tersebut, sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang telah terbangun sepanjang perjalanan BPTU-HPT Padang Mengatas.
Para purnabakti yang pernah menjadi bagian dari perjalanan lembaga tersebut turut menjadi saksi atas berbagai dinamika dan perkembangan BPTU-HPT Padang Mengatas dari masa ke masa. Dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan panjang lembaga hingga mencapai usia 110 tahun.
Pertemuan antara keluarga besar BPTU-HPT Padang Mengatas, baik yang masih aktif maupun para purnabakti, pun menjadi ruang untuk mempererat kembali tali silaturahmi. Lebih dari sekadar seremoni, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang berbagai pengabdian sekaligus menyatukan kembali semangat dalam menjaga keberlanjutan tugas dan kontribusi lembaga.
Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas
Farouk Mochtar, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh keluarga besar BPTU-HPT.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu terus diimplementasikan dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai insan yang memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan peternakan nasional.
“Perjalanan panjang sebuah institusi tidak terlepas dari kontribusi dan pengabdian orang-orang yang berada di dalamnya. Karena itu, momentum seperti ini penting untuk memperkuat kebersamaan, menjaga silaturahmi, dan mengingat kembali nilai-nilai pengabdian,” ujarnya.
Ia mengatakan, tasyakuran HUT ke-110 BPTU-HPT Padang Mengatas juga menjadi wujud syukur atas perjalanan panjang lembaga tersebut. Selama lebih dari satu abad, BPTU-HPT Padang Mengatas telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan peternakan Indonesia.
Usia 110 tahun, lanjutnya, bukan sekadar angka. Perjalanan tersebut mencerminkan panjangnya proses, pengalaman, dedikasi, serta kontribusi yang telah diberikan oleh generasi demi generasi dalam mendukung sektor peternakan.
“Semoga momentum ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar BPTU-HPT Padang Mengatas. Kita berharap kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan untuk melanjutkan pengabdian,” katanya.
Farouk juga menekankan pentingnya melanjutkan semangat pengabdian di tengah tuntutan pembangunan peternakan yang terus berkembang. Tantangan sektor peternakan ke depan membutuhkan kerja bersama, inovasi, profesionalisme, serta komitmen untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik.
Karena itu, semangat yang dibangun melalui peringatan Maulid Nabi dan tasyakuran HUT ke-110 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi semangat kerja dalam melaksanakan tugas dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Kebersamaan antara generasi yang masih aktif dengan para purnabakti juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah lembaga merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun secara berkelanjutan.
Setiap generasi memiliki peran dalam meneruskan fondasi yang telah diletakkan generasi sebelumnya. Semangat tersebut menjadi modal penting bagi BPTU-HPT Padang Mengatas untuk terus beradaptasi dan memberikan kontribusi dalam mendukung kemajuan peternakan Indonesia.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran HUT ke-110 akhirnya menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bagi seluruh keluarga besar BPTU-HPT Padang Mengatas.
Memasuki perjalanan panjang berikutnya, semangat yang dibawa pun tetap sama, yakni menjaga silaturahmi, melanjutkan pengabdian, dan menghadirkan kontribusi terbaik bagi pembangunan peternakan Indonesia.
Dengan semangat tersebut, usia 110 tahun diharapkan menjadi titik untuk terus bergerak maju, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan karya dan pengabdian yang semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. (Ikhlasul Ihsan)






