Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan seluruh siswa dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah berhak mendapatkan ruang belajar yang nyaman untuk tumbuh optimal.
“Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak dengan budaya sekolah yang aman,” ujar Yopi di Kantor Disdikbud Padang, Kamis (23/7/2026).
Yopi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, hingga masyarakat luas.
Pengawasan kolektif menjadi kunci utama untuk menjamin proses belajar-mengajar di sekolah terbebas dari tindakan perundungan.
Selain aspek keamanan, Disdikbud Padang kini memprioritaskan pemenuhan hak pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Pendidikan inklusif adalah pendidikan untuk semua, sehingga tidak boleh ada anak yang kehilangan hak mendapatkan pendidikan,” tegasnya.
Pihaknya mengimbau para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus ke sekolah umum.
Setiap siswa akan melalui tahap asesmen guna memperoleh layanan pendidikan yang presisi sesuai kemampuan masing-masing.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka anak tidak sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Kota Padang secara menyeluruh.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat mengakses pendidikan untuk mewujudkan visi Padang Juara,” pungkas Yopi.






