Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menginstruksikan sinkronisasi rencana induk pengembangan kawasan Sungai Batang Arau dengan penataan Kota Tua Padang.
Langkah ini diambil guna membangun identitas wisata yang lebih kuat sekaligus mendongkrak daya tarik ibu kota Sumatera Barat tersebut di mata pelancong global.
Instruksi tersebut disampaikan Fadly saat meninjau presentasi rancangan pengembangan kawasan bersama Focus Architects + Urban Planner di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (25/10/2026).
“Kami menyambut baik gagasan pengembangan ini. Saya berharap master plan tersebut disinkronkan dengan penataan Kota Tua agar arah pengembangan kedua kawasan terintegrasi dan memiliki narasi yang kuat,” tegas Fadly.
Rencana penataan yang disodorkan mencakup pengembangan area dari Masjid Al-Hakim hingga kawasan Kota Tua.
Proyek ambisius ini meliputi pembangunan jembatan penghubung antara pesisir pantai dengan Gunung Padang, pasar nelayan, pusat maritim, marina, hingga pasar malam Batang Arau.
Fadly optimistis Sungai Batang Arau memiliki nilai jual internasional. Apalagi, kawasan ini merupakan akses krusial menuju Kepulauan Mentawai yang tersohor sebagai destinasi selancar dunia.
“Kawasan ini memiliki potensi mendunia. Kita harus bersama-sama mendorongnya menjadi destinasi berstandar internasional,” imbuhnya.
Pengembangan ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat fungsi maritim dan perikanan.
Fadly memastikan sinergi dengan Pelindo akan menjadi kunci, khususnya dalam pembangunan fasilitas pendukung seperti Maritim Center dan Marina Center untuk aktivitas kapal.
Perwakilan Focus Architects + Urban Planner, Dato Suhaimi, menyatakan pihaknya membawa pengalaman panjang dalam revitalisasi kawasan bersejarah.
Sebelumnya, mereka telah terlibat dalam penataan bangunan cagar budaya di Melaka, Kuala Lumpur, Penang, hingga Ipoh.
“Kami melakukan peningkatan kualitas kawasan melalui pendekatan konservasi tanpa merusak nilai historis bangunan yang ada,” ujar Suhaimi.
Integrasi kedua kawasan ini diproyeksikan menjadi wajah baru Padang yang memadukan modernitas fasilitas wisata dengan pelestarian sejarah Kota Tua.
Dengan begitu, identitas kota diharapkan semakin kokoh dan berdaya saing tinggi.






