InternasionalPemerintahSosial

London Diprediksi 32 Tahun Lagi Kekurangan Air Bersih

735
×

London Diprediksi 32 Tahun Lagi Kekurangan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
London, photo : culturaacolori
London, photo : culturaacolori
London, photo : culturaacolori
London, photo : culturaacolori

LONDON, KABARSUMBAR-Badai Salju Emma memberikan dampak buruk tidak hanya Skotlandia, demikian halnya dengan Inggris sebagian. Diprediksi sampai 2050 wilayah kekuasaan Ratu Elizabeth II akan mengalami krisis air.

Hal itu berdasarkan laporan dikutip dari Lembaga Lingkungan Hidup (EA). Lembaga tersebut membidik tingkat pengambilan air, kebocoran dari perusahaan air yang mencapai tiga miliar per liter, tuntan industri, masalah lingkungan akibat perubahan iklim, akan menjadi hantu menakutkan di London.

“Perlu merubah sikap untuk penggunaan air, paling mendasar diperlukan jaminan lingkungan hidup yang sehat, hanya saja terlalu banyak menggunakan dan tentu perlu kerjasama mengelola sumber daya yang bermanfaat itu,” kata Ketua EA, Emma Howard Boyd.

Ia menyarankan, pelaku usaha seperti Industri perlu berinovasi sehingga dapat meminimalisir pembuangan, seperti limbah. Tidak hanya itu, penggunaan air oleh penduduk di negara ini perlu bijak, dan memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Apa yang disampaikan Ketua EA tersebut, berkaca dari bencana yang melanda London, terutama di bagian tenggara, seperti Skotlandia, dimana hampir 70 persen mengalami gangguan air bersih, akibat banjir. Tidak hanya itu, di Skotlandia terdapat gangguan jaringan arus listrik, serta pipa saluran air kering dikarenakan tidak tersalurnya air secara baik. Akibatnya ribuan warga berusaha bagaimana mengantisipasi kondisi cuaca yang buruk itu.

Berdasarkan catatan dikutip dari Water Resources (State of the Environment), perusahaan air mengelola debit air sebanyak 55 persen untuk didistribusikan ke penduduk, kemudian 36 persen di manfaatkan guna memasok energi industri dan listrik, dimana jumlah air bersih rata-rata bersumber dari danau, sungai, air bawah tanah dan bendungan dengan total 9.500 miliar liter per 2016.

Pemerintah setempat merencanakan program pengurangan air bersih pada tiap warga, hal itu melihat tingkat konsumsi warga per hari mencapai 140 liter, kemudian mengandeng sejumlah perusahaan untuk mensukseskan program tersebut hingga 25 tahun ke depan.

Menurut lembaga tersebut, ketika tidak ada larangan atau antisipasi berdasarkan riset, sudah dapat dipastikan Inggris akan menghadapi ujian berat dimana minimnya pasokan air bersih di 2050. Sebab, pola pengambilan air yang secara terus menerus dari tiap sumber yang ada.

[lidairak]

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.