Kabupaten AgamPemerintah

Kemenko PMK Evaluasi Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca-Bencana di Agam

63
×

Kemenko PMK Evaluasi Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca-Bencana di Agam

Sebarkan artikel ini

Evaluasi ini bertujuan mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada Desember 2025.

Agam – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan evaluasi penanganan bencana di sektor pendidikan Kabupaten Agam, Kamis (23/7).

Evaluasi ini bertujuan mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada Desember 2025.

Staf Ahli Bidang Ketahanan Sosial, Ekologi, dan Budaya Kemenko PMK, Sorni Paskah Daeli, menyatakan hasil peninjauan lapangan akan dilaporkan langsung kepada Presiden.

Sorni menjelaskan bahwa masukan dari daerah sangat krusial untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan di tingkat pusat.

Pihaknya kini mendorong percepatan durasi pemulihan yang semula direncanakan empat tahun menjadi dua hingga tiga tahun saja.

Kabupaten Agam dipilih sebagai lokasi prioritas monitoring karena tercatat sebagai wilayah dengan dampak kerusakan sektor pendidikan terparah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, melaporkan sebanyak 67 unit bangunan sekolah mulai jenjang TK, SD, hingga SMP mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Asisten II Setdakab Agam, Andrinaldi, menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan fasilitas pendidikan di daerahnya.

Ia berharap monitoring ini mampu memperkuat koordinasi lintas sektor agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Agam terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan relawan, untuk memulihkan sarana pendidikan.

Langkah tersebut diambil guna memastikan hak pendidikan bagi seluruh peserta didik terdampak bencana tetap terpenuhi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.