Limapuluh Kota – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, taksir kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, mencapai Rp. 4,5 miliar.
Sebelumnya banjir dan tanah longsor menimpa Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Akabiluru selama dua hari sejak 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan kerugian total mencapai Rp4,5 miliar, banyaknya kerugian disebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat hambatan terjangan banjir.
“Data yang kita peroleh usai bencana dua hari lalu ini, sudah dikirim ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara masyarakat yang bekerja sementara ini diminta menumpang di rumah warga lainnya dan kerabat dekat yang tidak terjadi bencana. Kemudian didirikan posko bencana di Nagari Galugua,” terangnya, 3 Januari 2021 sore.
Ia menjelaskan pemerintah kecamatan kesulitan dalam tanggap bencana lantaran banyaknya titik longsor.
“Sejak awal terjadi bencana, BPBD, TNI, Polri, damkar, pemerintah kecamatan dan masyarakat sudah melakukan upaya-upaya tanggap bencana. Hanya saja kendala yang cukup berat dengan banyaknya titik longsor, sehingga memudahkan mobilisasi alat berat dan kendaraan operasional tanggap darurat BPBD. Namun saat ini (kemarin, red), Galugua sudah bisa diakses,” jelas Rahmadinol.
Rahmadinol menuturkan, perlu secepatnya membuka akses jalan agar bantuan segera disalurkan ke daerah terdampak bencana
“Sehingga kita sangat membutuhkan bantuan makanan dan pakaian segera. Kemudian upaya untuk membuka akses jalan agar bantuan dapat disalurkan dengan lancar untuk korban bencana ini,” tuturnya.
Sementara menurut warga, Papat, mengatakan satu unit alat berat jenis Backhoe Loader sudah terlihat masuk ke Galugua untuk melakukan pertolongan.
“Selain itu, kendaraan operasional menyediakan bantuan logistik juga sudah terlihat ramai sejak Minggu (2 Januari) pagi hingga hari ini,” ucap Papat, salah seorang warga di perbatasan Galugua, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, kemarin.
Selain di kecamatan Kapur IX banjir yang menimpa Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru menyebabkan kerugian lahan pertanian akibat banjir diperkiraan sebesar Rp 10 juta.
Sementara data kerugian terdapat tiga titik jalan termasuk jembatan di ruas jalan kabupaten dan jalan provinsi mengalami kerusakan yang cukup parah dengan total kerugian akibat kerusakan mencapai Rp 1,1 miliar lebih.
Kemudian kerusakan lahan pertanian, tanaman dan ayam ternak mencapai Rp 800 juta lebih.
Untuk kerugian bangunan, kerusakan Tiga unit rumah ibadah di Nagari Galugua yang diperkirakan sekitar Rp 100 juta. Dan lima unit fasilitas pendidikan SD dan SMP, serta saluran air dan sinatasi juga mengalami kerusakan. Sementara itu rumah warga yang mengalami kerusakan berat dan ringan sebanyak 196 unit rumah di Nagari Galugua, ditambah 34 rumah di Nagari Durian Tinggi.





