SOLOK, KABARSUMBAR – Aksi Touring Tauhid yang diikuti lebih dari seribu masyarakat dari Kabupaten dan Kota Solok berjalan dengan lancar, Jum’at (2/11/2018).
Aksi yang dilakukan usai ibadah shalat Jum’at itu diawali dari halaman Masjid Agung Al-Muhsinin, Kotobaru, Kabupaten Solok.
Masyarakat yang ikut pun tak hanya dari kalangan orang tua semata, namun juga diikuti oleh kalangan generasi muda hingga anak-anak.
Berbagai atribut bertuliskan kalimat tauhid mulai dari topi, ikat kepala hingga bendera tauhid dan bendera merah putih mewarnai kendaraan yang digunakan peserta.
Meski sempat diguyur hujan, namun tidak menyurutkan semangat umat Islam Solok untuk mengibarkan panji-panji kalimat Tauhid dan bendera merah putih.
Usai dilepas dari Islamic Center, Kotobaru Kabupaten Solok, iring-iringan touring melanjutkan perjalanan ke By pas Selayo, kemudian dilanjutkan ke kawasan lapangan merdeka kota Solok, kemudian kawasan Pasar Raya Solok dan kembali ke Islamic Center.
Touring berjalan lancar meski beberapa kali diguyur hujan. Puluhan personil polisi turut mengamankan jalannya aksi tersebut. Gema takbir dan kalimat tauhid membahana dibawah guyuran hujan.
Aksi tersebut sempat menarik perhatian masyarakat, tidak sedikit masyarakat yang dilewati rombongan parade mengabadikan momen langka itu melalui telpon pintarnya.
Sesampai di Islamic Center, peserta tidak saja lansung bubar, Ba’da Ashar berjamaah dilanjutkan dengan tausiah dari mubalig-mubalig asal Solok. Ust. Almawadi Tanjung, Ust. Tarliasman, Ust. Yonny Abu Dzaky hingga Ust. Irfianda Abidin.
Disela kegiatan, Ketua Panpel, Ustadz Abdul Hafiz menjelaskan pihaknya tidak menyangka antusiame masyarakat solok dan daerah cukup tinggi, hak itu terlihat jelas dari banyaknya peserta touring.
“Awalnya kami panitia mengira hanya akan diikuti oleh sekitar 200-an masyarakat, tapi antusiasme masyarakat sangat tinggi, mungkin ada sekitar seribuan lebih,” ungkap Ustadz Abdul Hafiz.
Salah seorang peserta touring Tauhid, AF yang berasal dari kabupaten Solok mengaku terpanggil untuk ikut touring tauhid dalam rangka mengibarkan dan mensyiarkan panji-panji agama Islam.
“Sekaligus ini ajang silahturahmi meningkatkan ukhuwah Islamiyyah sesama aktivis dakwah, dan umat Islam secara keseluruhan,” tutupnya sembari mengibarkan bendera merah putih dan bendera tauhid.
[Fernandez]





