Pemerintah

Air Ketuban Merembes Sebelum HPL, Ibu Hamil di Tanah Datar Tenang Karena JKN

×

Air Ketuban Merembes Sebelum HPL, Ibu Hamil di Tanah Datar Tenang Karena JKN

Sebarkan artikel ini

Tanah Datar – Air ketuban yang merembes sebelum hari perkiraan lahir (HPL) membuat Fanny Sriwahyuni segera mendatangi rumah sakit. Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi kandungannya, ibu hamil asal Kabupaten Tanah Datar itu merasa lebih tenang karena kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) miliknya aktif dan dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Fanny datang ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Ibu Batusangkar setelah mengetahui air ketuban yang merembes, sementara HPL-nya belum tiba. Kondisinya yang menurun membuat dokter menyarankan Fanny menjalani rawat inap untuk mendapatkan pemantauan lebih lanjut.

“Usia kehamilan saya sudah memasuki tujuh bulan dan saya masuk IGD karena air ketuban merembes keluar, sementara HPL belum masuk. Saya khawatir terjadi apa-apa, jadi langsung ke rumah sakit untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, kondisi saya belum stabil dan cukup menurun sehingga disarankan rawat inap,” ujar Fanny.

Keputusan untuk menjalani rawat inap sempat membuat Fanny memikirkan biaya pelayanan kesehatan. Namun, kekhawatiran tersebut berkurang setelah ia memastikan status kepesertaan JKN-nya aktif.

“Sebagai ibu hamil, tentu saya sempat khawatir memikirkan biaya. Beruntung status JKN saya aktif, sehingga saya bisa fokus menjalani perawatan dan tidak lagi terbebani pikiran soal biaya pengobatan,” kata Fanny.

Fanny merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dijamin pemerintah. Ia mengaku telah merasakan manfaat JKN bukan hanya pada kehamilan keduanya saat ini, tetapi juga ketika menjalani persalinan caesar anak pertamanya.

“Bersyukur sekali sudah menjadi peserta JKN yang dijamin pemerintah. Saat melahirkan anak pertama dengan operasi caesar, biayanya juga dijamin BPJS Kesehatan. Bahkan, saat kontrol kehamilan anak kedua hingga rawat inap ini juga dijamin. Bagi saya ini sangat meringankan,” ungkap Fanny.

Selain manfaat pembiayaan pelayanan kesehatan, Fanny juga merasakan kemudahan dari Aplikasi Mobile JKN. Ia terbiasa menggunakan aplikasi tersebut untuk mengambil antrean pelayanan secara online dari rumah.

“Aplikasi Mobile JKN sangat membantu karena saya bisa mengambil antrean berobat dari rumah. Setelah mendapatkan nomor antrean dan estimasi waktunya, saya tinggal datang ke fasilitas kesehatan. Jadi lebih praktis dan tidak perlu menunggu lama,” jelas Fanny.

Fanny juga baru mengetahui bahwa Aplikasi Mobile JKN menyediakan informasi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit serta informasi jadwal tindakan operasi. Baginya, informasi tersebut membuat akses layanan kesehatan menjadi lebih terbuka.

“Sebelumnya saya hanya tahu jika Aplikasi Mobile JKN digunakan untuk mengambil antrean, mengubah data dan melihat kartu JKN digital saja. Ternyata juga ada informasi ketersediaan tempat tidur dan jadwal tindakan operasi. Menurut saya ini sangat membantu karena peserta JKN bisa mendapatkan informasi layanan dengan lebih jelas dan transparan,” tambah Fanny.

Fanny berharap BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara bagi seluruh masyarakat. Ia juga mengajak peserta JKN menjaga kepesertaan tetap aktif dan menjaga semangat gotong royong dalam membayar iuran.

“Semoga kandungan saya baik-baik saja dan persalinan ke depannya berjalan lancar. Saya berharap layanan JKN semakin mudah dan cepat diakses. Terima kasih kepada peserta JKN yang rutin membayar iuran karena semangat gotong royong itu membuat saya dan anak terlindungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkas Fanny. (Ikhlasul Ihsan/rel)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.