Antisipasi Kanker Serviks, Puluhan Ribu Warga Sumbar Tes IVA

Dirut RSUP M Djamil Padang, dr Yusirwan Yusuf bersama jajaran foto bersama usai Teleconfrence bersama Menkes RI
Dirut RSUP M Djamil Padang, dr Yusirwan Yusuf bersama jajaran foto bersama usai Teleconfrence bersama Menkes RI.

Sebanyak 46.140 orang warga Sumatera Barat melakukan IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) atau pemeriksaan leher rahim (serviks) untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

Angka di atas baru tercapai 34 persen dari target 133 ribu orang yang ditargetkan Kementerian Kesehatan RI.

“Sekitar 34,5 persen pemeriksaan di Sumbar, namun di kabupaten dan kota saat ini masih dalam proses,” kata Kadis Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday usai Teleconfrence dengan Menteri Kesehatan RI dalam Rangka Bulan Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara di RSUP M Djamil Padang, Senin, 23 Oktober 2017.

Merry merinci, hasil periksaan ditingkat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) dan istri ASN, 12 orang dinyatakan positif, selanjutnya dari 2.831 orang dilakukan periksaan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 5 Juli lalu, 26 orang positif.

Kemudian dari kunjungan beberapa hari lalu ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, dari 15 orang yang diperiksa 3 orang dinyatakan positif. “Ada juga satu puskesmas disana, 80 orang pemeriksaan negatif semuanya,” tuturnya.

Kendala saat ini, sebut Merry, masyarakat masih ketakutan untuk diperiksa. Untuk itu pihaknya terus melakukan penuyulhan. Sebab dari hasil positif tersebut belum tentu kanker.

“Masyarakat masih banyak yang takut-takut padahal belum tentu kanker. Akhirnya kami jemput bola, ke OPD lansung kami datangi kantornya dan diperiksa di sana,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr. M Djamil Dr. dr. H. Yusirwan Yusuf, Sp.B.Sp.BA(K) mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 491 orang dari target 500 orang. Dari angka itu sebanyak 3 orang dinyatakan positif. Pemeriksaan katanya, diprioritaskan kepada internal rumah sakit.

“Pemeriksaan sudah mencapai 94 persen dari target, kami masih punya 5 hari kedepan untuk menyelesaiakan targer tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara stadium dini, pihaknya sudah menunjuk beberapa Puskemas seperti di Kota Padang sudah ada dua Puskesmas yang bisa melayani persoalan itu.

Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sumbar  Dr. Ermawati SpOG (K) menjelaskan, masyarakat hendak melakukan pemeriksaan secara berkala dan tidak perlu takut dinyatakan positif, sebab yang dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan belum tentu kanker. Rata-tara katanya kondisi pasian masih tingkat dini. Bahkan kadang-kadang bentuknya normal saja.

Dibeber Ermawati, untuk kondisi lanjut telah ada keputihan, berbau dan terjadi pendarahan saat melakukan hubungan.Sementara kita di Sumbar masi kondis dini.

“Makanya kita menghimbau wanita yang melakukan hubungan seksual untuk mencek IVA setiap tahun. Bisa saja tahun ini negatif dan tahun berikutnya positif, itu yang harus dituntaskan” katanya.

Sebelumya pemerintah telah mencanangkan pemeriksaan sebagai upaya dini dalam mencegah dan mengetahui kanker leher Rahim (serviks) dan kanker payudara.

Pelaksanan dilakukan  berupa screening kanker leher rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis).

Kementerian Kesehatan RI hari ini melakukan telecomference dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinkes Sumbar termasuk RSUP M.Djamil Padang.
Telecomference tersebut bentuk mengetahui upaya yang telah dilakukan unit vertikal kementerian dalam deteksi dini kanker leher Rahim (serviks) dan kanker payudara yang dilakukan di fasilitas layanan kesehatan dan pemerintah daerah.
Pada kesempatan itu Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek menegaskan, pesoalan IVA bukan sekedar dideteksi saja akan tetapi juga diselesaikan dengan melanjutkan pengobatan, termasuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
“Penemuan dan penanganan dini bagi mereka akan lebih baik. Makin cepat makin baik” sebut Nila.

Pada kesempatan itu Nila juga mempertanyakan jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan Dinkes Sumbar dan pihak M Djamil. (*)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.