Gubenur Sumbar Anggarkan 20 Miliar Untuk Penas KTNA

Rapat Persiapan Penyelenggaraan Penas KTNA ke-XVI, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Senin 23 Juli 2018. Foto : Putri Caprita
Rapat Persiapan Penyelenggaraan Penas KTNA ke-XVI, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Senin 23 Juli 2018. Foto : Putri Caprita

PADANG, KABARSUMBAR – Gubenur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno berencana menganggarkan 20 miliar untuk memastikan kawasan Bypass, khususnya kawasan Balai Kota Padang dalam rangka Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke-XVI yang diagendakan dan digelar terhindar dari banjir.

“10 Miliar akan dimasukkan ke perubahan pada 2018 dan untuk 10 Miliar lagi di 2019,” ujar dia saat menyampaikan perencanaan tersebut pada Rapat Persiapan Penyelenggaraan Penas KTNA ke-XVI, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Senin (23/07/2018).

Pihaknya mengatakan, saat ini Pemprov Sumbar, memiliki dua penghambat utama seperti yang menyangkut lahan pekerjaan proyek yang belum sepenuhnya selesai dan keterbatasan anggaran.

“Kendala pertama yang dihadapi tidak bisa bekerja karena 20 persil tanah masih dalam proses dan sedang dititip di pengadilan,” ujar dia.

Kedua, masalah penganggaran pada 2019 perlu sekitar 20 Miliar lagi serta pembebasan lahan 1 kilometer ke belakang kantor agar lebih terjamin.

“Pembukaan Penas KTNA ke-XVI direncanakan akan dilakukan pada 13 Juni 2020 dan akan digelar di kawasan sekitar Balai Kota Padang dengan luas area acara kurang lebih 20 ha. Pembukaan acara sendiri,” sebutnya.

Dalam rangka menyukseskan perhelatan tersebut, Sekda Kota Padang Didi Aryadi mengatakan bahwa Pemko Padang menyediakan pemondokan peserta yang akan melibatkan 184 rumah dengan total 282 kamar.

Diharapkannya, jumlah tersebut dapat menampung kurang lebih 2521 peserta dari seluruh Indonesia. “Pemondokan ini nanti akan tersebar di dua kecamatan yaitu Koto Tangah dan Kuranji,” imbuhnya.

Untuk Kecamatan Koto Tangah, pemondokan tersebut kata dia, akan tersebar di Kelurahan KPIK, Lubuk Minturun, Dadok Tunggul Hitam, Aia Pacah, dan Bungo Pasang. Sementara untuk Kecamatan Kuranji tersebar di Kelurahan Korong Gadang, Gunung Sarik, Kuranji, Kalumbuk, dan Sungai Sapih.

Didi mengakui Pemko Padang juga menghadapi sejumlah permasalahan terkait penyiapan lahan penyelenggaraan Penas dan penghapusan bangunan terminal yang sedang dalam progress apraisal untuk tender.

Selain itu kata dia, pemko padang mengalami keterbatasan biaya untuk land clearing, pematangan lahan, belum adanya perjanjian kerjasama antara Pemko, Pemprov, dan Kementerian, serta belum adanya masterplan sarana dan prasarana acara,” tutupnya.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...