Gubernur Instruksikan Tes Swab untuk Pengelola dan Karyawan Restoran

Padang – Setelah Gubernur Sumbar menerbitkan Instruksi Gubernur untuk pengelola dan karyawan restoran/rumah makan dan cafe melakukan test PCR/swab, jika tidak dilakukan akan adanya pencabutan izin atas usaha tersebut.

Seorang pemilik ayam penyet di bilang Lubuk Lintah Padang Pajok mengatakan, belum ada perintah Dinas Kesehatan Kota Padang.

“Ah ribet om, kemarin saya sudah minta ke Puskesmas di Padang periksa saya dan karyawan atas dasar Instruksi Gubernur, ee Puskesmas justru bilang belum ada perintah Dinas Kesehatan Kota Padang,” katanya.

Semetara Kepala Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran (PDRPI FK) Unand Padang, Dr.dr Andani Eka Putra mematikan laboratorium PDRPI siap memeriksa sampel dalam rangka menjalankan Instruksi Gubernur Sumbar yang terbit pada Selasa, 20 Oktober 2020.

“Kita siap amankan Instruksi Gubernur Sumbar. Kini pandemi masih belum tahu kapan berakhirnya, jadi semua pihak baik tenaga kesehatan di Puskesmas sampai Rumah Sakit hingga Laboratorium harus bertindak bersama dan bekerjasama. Kesampingkan dululah birokrasi berada di masa sebelum pandemi ini,” ujar Andani.

Ia juga sudah memberikan prosedur pemeriksaan swab gratis bagi pengelola dan karyawan restoran dan cafe tersebut.

Berikut syarat dan ketentuan untuk melakukan Tes :

1. Pimpinan usaha mengajukan permohonan ke Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, lengkap dengan jumlah dan identitas pegawai serta menyertakan kontak person (pimpinan), surat permohonan bisa dikirim lewat WA

2. Perusahaan atau pengelola restoran harus proaktif mencari petugas untuk pengambilan swab.

3. Swab diantar langsung ke Laboratorium PDRPI FK Unand dengan surat pengantar

4. PDRPI FK Unand akan test PCR

5. Hasil akan dikirim ke pimpinan atau pemilik maupun pengelola restoran, rumah makan dan cafe.

“Perlu dipahami perang covid-19 adalah perang kita semua, jadi jangan anggap ini kerja pemerintah dan tenaga kesehatan serta laboratorium saja. Soal test swab gratis bagi pengusaha atau pemilik restoran. Laboratorium PDRPI FK Unand tidak melakukan pengambilan spesimen, karena kita testing dan juga tenaga PDRPI terbatas,” jelasnya.

Ia pun juga memastikan hasil swab restoran dan karyawannya itu tidak dipublish ke masyarakat luas, sikap ia tersebut didukung Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi.

“Mengecualikan informasi hasil swab bagi pengusaha dak karyawanrestoran dan cafe sudah tepat dan sesuai UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Karena test swab pengelola dan karyawan kategorinya informasi dikecualikan, jika dibuak ke publik justru nerdampak kepada persaingan usaha tidak sehat,” ujar Adrian.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...