Tamiang, Aceh – Ratusan warga Aceh Tamiang memadati kompleks hunian sementara (huntara) Danantara, Kamis (1/1), menantikan kedatangan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang dijadwalkan meresmikan hunian tersebut.
Antusiasme warga yang membanjiri lokasi sejak pukul 10.30 WIB itu, sekaligus turut mendongkrak perekonomian lokal, dengan ramainya kedai kopi dan makanan di sekitar huntara.
Huntara Danantara, yang berlokasi strategis di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kebun Tanjung Seumatoh, Kecamatan Karang Baru, telah disulap menjadi kompleks hunian yang layak dan nyaman.
Kondisi becek yang dulu kerap dikeluhkan warga, kini telah berganti dengan lantai yang rapi, dilengkapi pagar, taman bunga, dan rumput hijau.
Meski jalan depan huntara masih berdebu, hal itu tak menyurutkan minat warga untuk datang melihat langsung harapan baru mereka.
Pembangunan Huntara Danantara merupakan kolaborasi antara sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, di antaranya HK, Adhi Karya, Nindya Karya, Waskita Karya, Wika, PP, dan Bima Adipraya. Dukungan finansial juga mengalir dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN.
Pertamina, Telkom, PLN, dan PTPN turut aktif dalam mendukung proyek ini, dengan PTPN sebagai pemilik lahan huntara.
Di lokasi acara, terlihat kesibukan persiapan penyambutan.
Sebuah ruangan rapat dengan 41 kursi, termasuk satu kursi khusus untuk presiden, menjadi pusat koordinasi.
CEO Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria terlihat memimpin rapat.
Ratusan personel TNI dan Polri berjaga ketat, mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas di jalan yang berdebu.
Ratusan truk bermuatan kebutuhan rumah tangga seperti dipan, kasur, dan kipas angin, juga telah disiapkan di lokasi terpisah.
Huntara Danantara tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti taman bermain anak, klinik kesehatan, akses listrik, dan WiFi.
Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga korban banjir Tamiang yang membutuhkan tempat tinggal sementara yang layak.
Presiden Prabowo, didampingi Panglima TNI, Kapolri, sejumlah menteri, dan Gubernur Aceh, dijadwalkan hadir dalam acara penyerahan huntara kepada rakyat. Pada pukul 11.00 WIB, presiden belum juga tiba di lokasi.
Proyek Huntara Danantara sendiri menargetkan pembangunan 14.000 unit hunian, dengan rincian 12.500 unit di Aceh, 2.000 unit di Sumatera Utara, dan 500 unit di Sumatera Barat.
Kehadiran huntara ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi korban banjir dan bencana alam lainnya.






