Ini Kata Gubernur Sumbar Soal Penghapusan Aplikasi Kitab Injil Bahasa Minang

Padang – Kabar mengenai surat yang berisi permintaan penghapusan aplikasi Kitab Injil berbahasa Minang yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), menjadi perbincangan warganet khususnya pengguna Twitter sejak Jumat, 05 Juni 2020 lalu. 

Surat dengan Nomor 555/327/Diskominfo/2020 tersebut dikirim Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dan diterima oleh Johny G. Plate selaku Menkominfo pada Kamis, 28 Mei 2020.

Dilansir Kompas, surat permintaan itu merupakan aspirasi pimpinan Ormas Islam di Sumbar beserta Majelis Ulama Indonesia Kota Padang akibat adanya keresahan masyarakat seperti diterangkan oleh Duski Samad, Ketua MUI Kota Padang.  Surat ini kemudian menimbulkan pro kontra dalam masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat, Jasman Rizal, adat Minangkabau didasarkan pada syari’at yang didasari oleh Al-Qur’an. Ia pun menanggapi pernyataan-pernyataan kontra terhadap kebijakan penghapusan aplikasi tersebut.

“Bagi yang bernada negatif, mereka tidak paham dengan falsafah orang Minangkabau yaitu Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah, atau mereka tidaklah orang Minangkabau,” kata Jasman.

Ia menambahkan bahwa setiap daerah memiliki kearifan lokal masing-masing, dan Sumatera Barat merupakan salah satu yang dilatarbelakangi oleh religi.

Sejalan dengan itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pun angkat bicara. Menurutnya, penghapusan aplikasi kitab suci tersebut bukan masalah intoleran terhadap agama lain, namun merupakan masalah adat dan budaya di Minangkabau.

Seperti masyarakat yang menghormati hari raya Nyepi di Bali, di Minang pun harus menghormati adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Irwan pun meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan umat beragama pasca dihapusnya aplikasi tersebut.

“Kan sudah hilang (aplikasinya). Jadi, kita minta masyarakat jangan terprovokasi dan menjaga kerukunan umat beragama,” kata Irwan kepada wartawan Kompas.com pada Minggu, 07 Juni 2020.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...