Pemerintah

Kecamatan Latina Gelar Musrenbang Perdana Tingkat Kecamatan, Usulan Skala Prioritas Ditetapkan

1639
×

Kecamatan Latina Gelar Musrenbang Perdana Tingkat Kecamatan, Usulan Skala Prioritas Ditetapkan

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh – Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) menjadi kecamatan pertama di Kota Payakumbuh yang melaksanakan Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan.

“Musrenbang yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat yang dimulai dari setiap kelurahan dalam upaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif,” kata Walikota Payakumbuh yang diwakili oleh Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, saat membuka Musrenbang di Kecamatan Latina, Selasa (02/02/2026).

Sejumlah usulan atau aspirasi telah disampaikan masyarakat dari berbagai Kelurahan di Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh untuk kemajuan Kecamatan kedepannya menjadi lebih baik.

Musrenbang Kecamatan Latina tahun ini mengusung tema “Tranformasi Sosial Ekonomi Yang Inklusif dan Berdaya Saing Melalui Penguatan Pemberdayaan, Kualitas SDM serta Kualitas Layanan Publik”.

Musrenbang tingkat Kecamatan Latina ini dihadiri Walikota Payakumbuh diwakili Asisten 1, Bidang Pemerintahan, Nofriwandi, Forkopimca Latina, Kepala OPD, Lurah, LKAAM, KAN, Ninik mamak, PKK, Cadiak Pandai, Bundo Kandung, Tokoh Masyarakat dan Pemuda.

Kehadiran banyak unsur dalam Musrenbang, mulai dari tingkat Kelurahan disebut sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah dalam mewujudkan Kecamatan yang terintegritas dalam berbagai hal.

“Musrenbang tingkat Kecamatan di Lampasi Tigo Nagari (Latina) dimulai dengan Bismillah, semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Musrenbang ini merupakan yang pertama tahun 2026 untuk tingkat Kecamatan,” ucap Walikota mengawali sambutan.

Ia juga mengatakan, Musrenbang yang digelar untuk menyusun rencana pembangunan kecamatan Lamposi Tigo Nagori pada tahun 2027 yang akan datang.

“Kami apresiasi dan berterimakasih dengan hadirnya banyak pihak dalam Musrenbang, ini mencerminkan peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan kota Payakumbuh. Kondisi ini juga sejalan dengan makna otonomi daerah dimana keberhasilan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Berkat semangat kebersamaan yang terjalin selama ini, kita telah dapat melaksanakan pembangunan kota dimana hasil serta manfaatnya telah kita rasakan sekarang ini”, tambahnya.

Walikota juga menyebut bahwa masih banyak yang belum dapat diselesaikan dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, dengan kebersamaan dan kepedulian semua, dapat mencapai tujuan pembangunan kota Payakumbuh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

“Musrenbang yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat yang dimulai dari setiap kelurahan dalam upaya mewujudkan pembangunan yang partisipatif. Musrenbang kelurahan telah dilaksanakan di 6 Kelurahan Kecamatan Lamposi Tigo Nagori dari tanggal 12 s.d 20 Januari 2026. Terima kasih kepada Lurah, Faskel dan semua RT/RW pada setiap kelurahan di Lamposi Tigo Nagori. Fasilitator Perencana di Kelurahan merupakan unsur masyarakat yang membantu pemerintah daerah dalam rangka penjaringan usulan kebutuhan masyarakat mulai dari tingkat RT/RW yang akan disalurkan melalui musrenbang kelurahan. Semoga keberadaan faskel dapat mendukung perencanaan bottom up di Kelurahan”, tambahnya.

Melalui Musrenbang diharapkan perencanaan pembangunan partisipatif yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena direncanakan secara bersama berdasarkan kondisi, potensi dan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari.

“Musrenbang kecamatan diharapkan terjadi penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan kegiatan pembangunan kecamatan yang diintegrasikan dalam prioritas pembangunan daerah. Di balik kebutuhan pembangunan yang tinggi, pembangunan mutlak harus kita laksanakan demi mewujudkan kemajuan daerah yang ditandai dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, meningkatnya kecerdasan masyarakat dan kemampuan ekonomi masyarakat. Akan tetapi, kita juga memiliki keterbatasan sumber daya untuk menyelenggarakan pembangunan, terutama dari sisi kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan kemauan yang kuat dari kita semua agar sumber daya yang terbatas tersebut dapat dimanfaatkan secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel”, jelasnya.

Walikota juga berharap agar masyarakat  mampu memilih dan memilah program dan kegiatan mana yang lebih penting dan mendesak untuk dilaksanakan dari sekian banyak usulan yang diajukan.

“Diharapkan kiranya Kecamatan Lamposi Tigo Nagori telah merumuskan prioritas kecamatan untuk tahun 2027 sebagai pedoman dalam pelaksanaan lebih fokus dan musrenbang ini agar  menghasilkan rumusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peran serta masyarakat dalam pembangunan juga sangat diperlukan agar tercapainya tujuan pembangunan yang kita tetapkan bersama. Mari kita tingkatkan kepedulian dan kebersamaan yang sudah ada di tengah masyarakat. Kepedulian kepada saudara kita yang kurang mampu, kepedulian terhadap kualitas lingkungan, kepedulian terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana yang sudah dibangun agar dapat berfungsi dan bermanfaat sebagaimana mestinya dalam waktu yang lebih lama,” tambahnya.

Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh Tahun 2025 2029 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2025. Selanjutnya arah dan kebijakan pembangunan kota pada tahun 2027 merujuk kepada RPJMD Kota Payakumbuh Tahun 2025 – 2029 sebagai penjabaran visi misi kepala daerah yang telah diselaraskan dengan program prioritas nasional dan propinsi

Walikota juga menyebut, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori mempunyai prospek cerah dan potensi yang besar di bidang pertanian untuk dikembangkan melalui program-program dengan konsep manajemen regional. Untuk optimalisasi pertanian ini kita tetap meningkatkan kualitas irigasi, jalan usaha tani, untuk mendukung produktifitas komoditi yang strategis. Hal ini sejalan dengan program prioritas nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui program Brigade Pangan.

“Sebagaimana Produksi pertanian disebutkan di atas akan menjadi bahan baku dalam proses pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), yang telah berkembang di kota Payakumbuh dan merupakan modal besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat yang berdampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan”, tambahnya.

Latina Untuk Kecamatan berdasarkan DTSen 2025 sendiri, kondisi kemiskinannya terdapat 445 KK yang berada di desil 1, dan berdasarkan data stunting (BKKBN) terdapat 8 orang balita stunting, 249 keluarga beresiko stunting, 6 KK tidak punya sumber air minum yang layak dan 88 KK tidak punya jamban yang layak. Hal ini agar dapat diintervensi segera oleh dinas teknis terkait.

“Kita patut bersyukur tahun 2026 pemerintah pusat masih mengamanahkan DAU yang diarahkan untuk masing-masing kelurahan sebesar 200 juta. Kami berharap dengan anggaran dimaksud, kita dapat bersama-sama menanggulangi stunting, kemiskinan ekstrem dan inflasi mulai dari tingkat kelurahan. Pelaksanaan musrenbang tahun ini terintegrasi dengan merupakan tahun keempat musrenbang musrenbang stunting. Diharapkan melalui berbagai program penanggulangan stunting yang telah kita Maksanakan bersama dapat mengurangi prevalensi stunting di Kota Payakumbuh di mana tahun 2024 masih berada di angka 16,4% berdasarkan SSGI”, tegasnya.

Walikota juga menyebut, bahwa kemampuan APBD kota Payakumbuh relatif Kondisi inilah yang kemudian terbatas. mendorong perlu adanya partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat, baik pengusaha, tokoh agama, tokoh adat, dan stakeholders lainnya untuk memastikan pembangunan Payakumbuh dapat berjalan dengan baik.

Camat Lamposi Tigo Nagari, Diki Engla mengungkapkan dalam Musrenbang tersebut, sejumlah aspirasi atau usulan skala prioritas disampaikan masyarakat dari 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Latina. Diantaranya, Pembangunan Saluran Drainase Terbuka, Peningkatan Saluran irigasi, Pembangunan Jaringan Irigasi Usaha Tani.

Musrenbang merupakan suatu tahapan perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui pemerintah Kecamatan sebagai implementasi undang-undang nomor 25 tahun 2024, tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.

“Pelaksanaan musrenbang tingkat kecamatan pada saat ini adalah lanjutan proses musrenbang dimasing-masing kelurahan yang telah dilaksanakan pada bulan Januari yang lalu”, ungkapnya.

Proses perencanaan ini telah dilaksanakan melalui pendekatan dari bawah, yakni perencanaan yang bersumber dari aspirasi masyarakat, seperti yang telah dilaksanakan yang diawali dengan kegiatan mufakat RT/RW yang melibatkan seluruh perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat.

“Hasil tahapan tersebut telah disepakati usulan skala prioritas masing-masing kelurahan sebanyak lima usulan, jadi total usulan skala prioritas se-Kecamatan Lamposi Tigo Nagari secara keseluruhannya adalah 30 usulan”, Ucapnya.

Ia berharap seluruh usulan yang ada ini dapat terwujud dan terealisasi pelaksanaannya pada tahun depan, minimal satu per kelurahan yang sesuai skala prioritas dan kemampuan daerah.

“Seluruh usulan yang ada ini diharapkan dapat terwujud dan terealisasi pelaksanaannya pada tahun depan sesuai skala prioritas dan hasil yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat”, Tutupnya. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.