Ketua Kadin Sumbar Temui Gubernur Bahas Perkembangan Jalan Tol

  • Bagikan
Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh (kanan) menemui Gubernur Sumbar, Mahyeldi (kiri) di Istana Gubernur Sumbar.

Padang – Kepastian kelanjutan proyek pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru dijamin oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. Mahyeldi mengatakan permasalahan ganti rugi tanah, yang selama ini dipermasalahkan, akan diselesaikan dengan baik dan cerdas, dengan melibatkan semua elemen terkait. Kepastian ini diberikan saat dirinya menerima kedatangan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Ramal Saleh, Kamis 11 Maret 2021, di Istana Gubernur Sumbar.

Di pertemuan itu, Mahyeldi mengungkapkan bahwa seharusnya proyek pembangunan jalan tol tidak terkendala apa pun karena semua kelengkapan sudah diurus.

“Seharusnya dalam pembebasan lahan yang akan dilalui proyek jalan tol Padang – Pekanbaru itu, tidak ada alasan terkendala. Semua faktor pendukung kelancaran pembebasan sudah lengkap. Prosedurnya dan tahapannya pun sudah dilalui,” ungkap Mahyeldi.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyatakan jika pembangunan masih terhalang pembebasan lahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan turun tangan dengan serius, melibatkan seluruh elemen seperti Polri, TNI, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ninik Mamak Suku dan Ninik mamak Kaum.

“Saya sudah bicarakan dengan Pak Kapolda dan Pak Danrem, dan Forkompida lainnya, mereka telah menyatakan, turut turun tangan menyelesaikan sengkarut pembebasan lahan rencana jalan tol Padang – Pekanbaru,” lanjutnya.

Mengenai pembebasan lahan, Mahyeldi menerangkan bahwa persoalan ini gampang-gampang susah. Jika pihak terkait mengetahui kiatnya, maka persoalan ini lebih mudah diatasi. Mahyeldi menceritakan pengalamannya membebaskan tanah untuk pelebaran jalan Bypass Kota Padang, saat ia menjadi Walikota.

“Semuanya InsyaAllah selesai dengan baik. Kendala pasti ada, dan yang menciptakan kendala itupun orang dalam, mereka yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan itu sudah saya pecat,” tutur Mahyeldi dalam ceritanya.

Menurut Mahyeldi, sengkarut pembebasan lahan jalan tol Padang- Pekanbaru itu hanya terjadi di Kabupaten Padang Pariaman. Sementara di Kota Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Agam, Tanah Datar serta 50 Kota
nyaris tidak bermasalah. Oleh sebab itu, Mahyeldi berharap pembangunan ini cepat selesai.

Mahyeldi juga mengungkapkan beberapa ruas jalan lainnya, seperti Dharmasraya – Muara Labuh, Pesisir Selatan – Bengkulu, dan Pasaman Barat – Mandailing Natal Sumatera Utara, juga segera dibuka jalannya. Sehingga nantinya semua daerah akan terbuka dan Sumbar mempunyai ring road.

Menjawab pertanyaan wartawan, Mahyeldi tidak menampik adanya oknum yang “bermain” dan membuat keruh suasana dalam pembebasan lahan rencana jalan tol tersebut.

“Ya namanya orang cari cari rezeki,” katanya.

Sementara apresiasi diberikan oleh Ketua Umum Kadin Sumbar Ramal Saleh kepada Gubernur, karena sikap tegasnya dalam penyelesaian karut marut jalan tol Padang – Pekanbaru.

Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang terungkap. Sebagai penutup, Mahyeldi menjanjikan pertemuan antara Kadin dengan SKPD terkait minggu depan.

  • Bagikan