Kota PadangPemerintah

Padang Jadi Contoh, Wali Kota Uraikan Pengelolaan Call Center 112 di Rakor Smart City Sumbar

80
×

Padang Jadi Contoh, Wali Kota Uraikan Pengelolaan Call Center 112 di Rakor Smart City Sumbar

Sebarkan artikel ini

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan smart city di Sumatera Barat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, didapuk sebagai salah satu narasumber dalam Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) bertema “Penguatan Smart City Melalui Aktivasi Call 112: Data Tepat, Bantuan Cepat, Daerah Hebat” di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat Rabu (29/4/2026).
Wali Kota Padang, Fadly Amran, didapuk sebagai salah satu narasumber dalam Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) bertema “Penguatan Smart City Melalui Aktivasi Call 112: Data Tepat, Bantuan Cepat, Daerah Hebat” di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat Rabu (29/4/2026).

Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi salah satu narasumber dalam Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) bertema “Penguatan Smart City Melalui Aktivasi Call 112: Data Tepat, Bantuan Cepat, Daerah Hebat” yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (29/4/2026).

Forum yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat itu difokuskan pada penguatan layanan kedaruratan terintegrasi serta percepatan penerapan Call Center 112 di seluruh kabupaten dan kota.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan smart city di Sumatera Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran berbagi pengalaman Kota Padang dalam mengelola Call Center 112 sebagai sistem respons darurat yang cepat, tepat, dan berbasis data.

Ia menegaskan bahwa layanan ini tidak berhenti sebagai kanal aduan masyarakat, melainkan berfungsi sebagai pusat kendali penanganan kedaruratan lintas sektor.

“Call Center 112 bukan sekadar layanan aduan, tetapi menjadi tulang punggung sistem respons darurat di tengah masyarakat. Layanan ini masuk dalam kerangka Program Unggulan (Progul) Padang Sigap melalui aktivasi Sigap Call Center 112,” ujar Fadly.

Ia menjelaskan, keberhasilan pengoperasian layanan tersebut sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital, sumber daya manusia yang mumpuni, serta koordinasi yang solid antar-OPD.

Menurutnya, sinergi dengan layanan kesehatan, pemadam kebakaran, hingga dukungan TNI-Polri menjadi unsur penting agar penanganan keadaan darurat bisa berlangsung cepat dan terarah.

Fadly menilai, pengalaman Padang dalam membangun sistem Call Center 112 dapat menjadi referensi bagi daerah lain di Sumatera Barat yang ingin menghadirkan layanan publik berbasis teknologi dan respons cepat.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Diskominfotik Sumbar, Eko Faisal, menekankan bahwa komitmen bersama menjadi kunci dalam mewujudkan layanan publik digital yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.

“Penguatan smart city harus dimulai dari layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat, salah satunya layanan kedaruratan. Integrasi Call 112 menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat,” katanya.

Eko berharap sosialisasi dan rakor tersebut mendorong seluruh daerah di Sumatera Barat untuk mengadopsi serta mengoptimalkan Call Center 112 secara terintegrasi, meniru praktik yang telah dijalankan Kota Padang.

“Semoga kita terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat penanganan kedaruratan menuju daerah yang lebih cerdas dan responsif. Kami mengapresiasi pengelolaan Call Center 112 di Padang yang telah berjalan optimal, sehingga layak menjadi ‘role model’,” imbuhnya.

Rakor itu dihadiri perwakilan OPD terkait dari pemerintah daerah se-Sumatera Barat.

Sejumlah narasumber juga turut memberikan pandangan, di antaranya Ketua Tim Kerja Fasilitasi Perlindungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Digital Agung Setyo Utomo, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfotik Sumbar Teddi Rafdianto, serta perwakilan PT Trada Telkom Indonesia dan PT City Asia Internasional.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.