Limapuluh Kota – Pasca bencana alam yang menimpa Kabupaten Limapuluh Kota beberapa bulan lalu, kondisi jalan yang berada di Jorong Titian Dalam, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh semakin rusak parah.
Sejumlah masyarakat atau pengendara yang melalui jalan tersebut makin was-was, apalagi saat malam hari yang juga minim penerangan, sebab jika tidak hati-hati, bisa tergelincir kedalam jurang.
Meski jalan tersebut masih bisa dilalui, masyarakat atau pengendara berharap pemerintah daerah melalui Dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan, sehingga jalan bisa kembali dilalui dengan aman dan tidak semakin parah, sebab jika tidak, jalan tersebut makin parah dan bisa menelan korban jiwa.
Kondisi itu terjadi akibat jalan tergerus aliran Sungai Batang Sinamar, pengendara roda dua maupun roda empat harus bergantian saat melewati titik jalan yang ambles atau nyaris putus itu, sebab jalan itu tidak bisa dilewati kendaraan dari dua arah sekaligus.

Sebelumnya, antisipasi korban dari rusaknya jalan itu, warga dan pemuda melakukan buka tutup jalan, pemerintah provinsi juga telah memasang tanda di titik jalan ambles, namun saat ini kami tanda atau papan peringatan tidak ada lagi.
“Kami berharap jalan ini bisa segera diperbaiki oleh pemerintah daerah ataupun pihak terkait, jalan ini merupakan akses yang sering kami gunakan atau lalui sehari-hari,” ucap Fadly, Jumat (26/06/2026).
Ia berharap perbaikan bisa segera dilakukan, sebab kedepannya jalan tersebut akan kembali ramai dilalui oleh masyarakat dan anak sekolah.
“Kondisi jalan ini sangat membahayakan, semoga bisa segera diperbaiki tahun ini karena sudah cukup lama, kita khawatir akan jatuh korban, terutama saat malam hari.” tutupnya.
Jalan ambles tersebut merupakan akses utama masyarakat dari Koto Tinggi menuju Kota Payakumbuh ataupun sebaliknya, termasuk untuk mengangkut hasil pertanian.
Hal yang sama juga dikeluhkan Putra, warga Kota Payakumbuh yang melintas jalan itu menuju Monumen PDRI di Nagari Koto Tinggi. Menurutnya Pemerintah harus segera melakukan perbaikan ke Jalan menuju tempat bersejarah tersebut.
“Ini kali pertama saya melihat langsung Monumen PDRI atau Bela Negara di Jorong Aia Angek Nagari Koto Tinggi. Kalau kondisi jalan menuju tempat bersejarah ini rusak, tentu pengunjung atau wisatawan akan berpikir untuk datang, jadi memang perbaikan harus segera bisa dilakukan, agar masyarakat terutama yang menggunakan kendaraan roda empat aman saat melintas,” ucapnya.
Ia juga menyayangkan tidak adanya dipasang tanda-tanda atau peringatan sebelum jalan ambles tersebut, sebab pengendara yang tidak tahu bisa tergelincir dan masuk jurang jika tidak waspada.
“Kedepannya kita berharap dipasang tanda atau plang peringatan, sebab kondisi jalan ambles tersebut sangat parah,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Gunuang Omeh melalui Sekretaris Kecamatan Gunung Omeh, Guswantoni menyebutkan bahwa bencana alam yang terjadi tahun 2025 lalu, tidak hanya merusak fasilitas umum berupa jalan dan jembatan, namun juga rumah masyarakat, sehingga banyak mereka yang kehilangan tempat tinggal dan masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) hingga saat ini.
“Bencana alam tanah bergerak yang terjadi tahun lalu di Nagari Aia Angek berdampak pada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Sehingga mereka harus tinggal di Huntara, selain itu, di Nagari Pandam Gadang juga terdapat rumah ditimpa pohon, jalan ambles di dekat sungai, jembatan rusak. Tentu kita berharap fasilitas yang masih belum diperbaiki bisa segera mendapatkan perbaikan,” tutupnya. (Ikhlasul Ihsan)






