Kota PadangPemerintah

Pemko Padang Targetkan Perbaikan Permanen 16 Irigasi per Juli 2026

38
×

Pemko Padang Targetkan Perbaikan Permanen 16 Irigasi per Juli 2026

Sebarkan artikel ini

Langkah ini difokuskan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah.

pemko-padang-alokasikan-rp226-miliar-untuk-percepatan-pemulihan-infrastruktur-pascabencana
Pemko Padang Alokasikan Rp226 Miliar untuk Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan pengerjaan fisik permanen pemulihan infrastruktur irigasi pascabencana mulai berjalan pada pertengahan Juli 2026.

Langkah ini difokuskan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan percepatan perbaikan dilakukan sesuai arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Ia menegaskan, kebijakan itu bertujuan agar warga terdampak tidak lagi merasakan akibat bencana dan infrastruktur yang rusak segera pulih.

“Tujuannya supaya masyarakat terdampak tidak merasakan lagi kondisi bencana sebelumnya, dan infrastruktur yang rusak bisa segera diperbaiki,” ujar Malvi Hendri, Rabu (13/5/2026).

Secara teknis, ada 16 titik daerah irigasi yang masuk prioritas pengerjaan permanen.

Titik tersebut meliputi Bendung Limau Manis, Rekonstruksi Bendung Beringin yang mencakup wilayah Lubuk Sarik, Beringin, dan Lubuk Hantu, serta Bendung D.I. Kapalo Hilalang, D.I. Sei Latung, dan D.I. Sei Guo.

Pekerjaan juga menyasar Bendung Rasak Bungo, Bendung Koto Lalang, Rekonstruksi Bendung Batu Busuk di wilayah Sungkai I dan Pasa Lalang, D.I. Lubuk Lagan, D.I. Guo Atas, D.I. Lubuk Minturun, D.I. Lubuk Laweh, serta D.I. Lolo dan D.I. Lolo 2.

Saat ini, Dinas PUPR Kota Padang masih menyelesaikan tahap perencanaan yang ditargetkan rampung pada akhir Mei.

Tahap tersebut disiapkan agar proses pengadaan segera dimulai dan kontrak kerja dapat ditandatangani pada minggu kedua Juli.

Sebelumnya, penanganan sementara sudah dilakukan melalui skema Operasional dan Pemeliharaan (OP) agar aliran air tetap berjalan.

Malvi menyebut pengerjaan permanen ditargetkan mulai berjalan sepenuhnya pada pertengahan Juli mendatang.

Untuk mendukung percepatan itu, Pemkot Padang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp226 miliar.

Dana tersebut difokuskan untuk memulihkan produktivitas masyarakat melalui perbaikan infrastruktur jalan, drainase, dan irigasi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.