Pemerintah

Prabowo Optimalkan Pemanfaatan Teknologi untuk Percepat Penyelesaian Persoalan Nasional

76
×

Prabowo Optimalkan Pemanfaatan Teknologi untuk Percepat Penyelesaian Persoalan Nasional

Sebarkan artikel ini

Pemanfaatan teknologi memungkinkan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung serta merespons kendala di lapangan secara cepat dan tepat sasaran.

Presiden dalam sambutannya pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu (28/06/2026). Foto : Setneg RI
Presiden dalam sambutannya pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu (28/06/2026). Foto : Setneg RI

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemajuan teknologi merupakan instrumen krusial untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Minggu (28/6/2026).

Pemanfaatan teknologi memungkinkan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung serta merespons kendala di lapangan secara cepat dan tepat sasaran.

Presiden mencontohkan, masukan dari masyarakat, termasuk anak-anak di desa melalui platform digital, dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Menurutnya, teknologi telah membuka ruang komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat hingga ke pelosok daerah seperti Nias.

Ia menekankan bahwa setiap kesulitan harus dihadapi dengan keberanian, pengakuan atas masalah, dan kerja keras dalam mencari solusi.

Di sisi lain, Kepala Negara mengingatkan agar perkembangan teknologi disikapi secara bijaksana karena menyimpan potensi dampak destruktif.

Ia mencontohkan teknologi nuklir yang mampu memberikan energi bersih dan manfaat medis, namun bisa menghancurkan peradaban jika disalahgunakan.

Presiden juga menyoroti tantangan besar dari perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta kemunculan agent AI.

Ia mendorong para guru besar dan profesor untuk mendalami fenomena tersebut secara serius mengingat mesin kini telah melampaui kemampuan manusia dalam berbagai aspek.

Presiden menekankan pentingnya peran akademisi dalam mencermati dan mengarahkan perkembangan teknologi agar tetap memberikan dampak positif bagi kemaslahatan manusia.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.