Qabau Marketplace, Cara Baru Beli Produk Sumatera Barat

Qabau Marketplace
Qabau Marketplace.
Qabau Marketplace
Qabau Marketplace.

Sumatera Barat kaya akan berbagai hal, mulai dari keindahan alamnya, budaya, pakaian, songket dan paling mencuri hati adalah kulinernya. Kuliner dari Sumatera Barat telah diakui dunia, salah satu contohnya, melalui masakan Rendang yang menjadi primadona sebagai makanan terlezat di dunia.

Dalam perkembangannya, produk asli Sumatera Barat telah menciptakan berbagai inovasi yang dijual oleh ribuan Usaha Kecil Menengah atau UKM yang ada di Sumatera Barat.

Tak bisa dipungkiri, jika produk-produk yang berasal dari Sumatera Barat, terutama jajanan khasnya menjadi buruan dan hidangan yang membawa rasa ‘kangen’ bagi para penikmatnya diseluruh Indonesia.

Namun, perkembangan teknologi sendiri tak begitu diiringi oleh para pelaku UKM di Sumbar untuk memperluas jangkauan penjualan mereka. Hal inilah yang mengunggah sejumlah anak muda di Sumatera Barat, mendirikan sebuah Startup Digital berbasis Marketplace sebagai sarana penjualan bagi produk dari UKM di Sumatera Barat secara online.

Marketplace asli Sumatera Barat itu diberi nama, Qabau Marketplace beralamatkan pada www.qabau.com.

Founder Qabau Marketplace, Ikhwan mengatakan, jika Qabau diciptakan untuk mempermudah bagi pelaku UKM di Sumatera Barat memperluas jangkauan pasar mereka.

Menurutnya, selama ini, sudah banyak UKM yang telah ‘melek’ (tahu) dengan teknologi, namun diakui belum begitu maksimal dalam memasarkan produk mereka.

“Kita lihat sudah banyak UKM yang ‘melek’ dengan teknologi, tapi ada beberapa cara yang mungkin belum dimengerti. Inilah cara kita mempermudah, karena nantinya, kita fokus jual secara digital, sedangkan UKM, lebih bisa memaksimalkan produk yang mereka jual,” kata Ikhwan di Padang, Jumat (1/12/2017).

Faktor lain, kata Ikhwan, soal jenis produk yang dijual. Karena, secara riset yang dilakukan timnya, banyaknya produk menjadi faktor daya tarik pembeli.

“Begini, kita contohkan, misal kita ingin beli case handphone, harganya sama antara counter kecil dengan counter besar, tapi counter kecil kalah akan banyak produk mereka. Pastinya, secara psikologis, atau pandangan mata kita, lebih tertarik dengan counter yang lebih besar,” jelasnya mencontohkan.

Masih dalam jumlah produk, Ikhwan menjelaskan, jika jumlah produk yang sedikit terkadang membuat toko yang dibuat UKM secara digital kurang menarik. “Misal, hanya ada 4 produk, UKM jual di Tokopedia dan Bukalapak, secara mata kita melihat, apakah menarik ?” tanya Ikhwan.

Untuk itulah, konsep yang ditawarkan Qabau lebih memberikan perluasan dari produk yang berasal dari Sumatera Barat. Alangkahnya seperti Mall-nya produk asli Sumatera Barat, tetapi secara online.

“Kita ingin menggabungkan produk itu semua dalam satu wadah, yakni Qabau Marketplace. Jadi, calon pembeli pun leluarsa dalam memilih produk yang mereka inginkan,” ujar Ikhwan.

Selain dalam segi produk yang juga menjadi bahan pertimbangan Qabau adalah sejatinya hal yang sepele, yakni Ongkos Kirim (Ongkir). Ikhwan menjelaskan, hal yang satu ini kadang tidak diperhatikan, padahal dalam risetnya, Ongkir sangat mempengaruhi, apakah konsumen jadi membeli atau tidak.

“Kita contohkan lagi, misalkan kita beli Keripik Balado di Toko A, terus beli baju bernuansa Minangkabau di Toko B, pasti kita bayar Ongkirnya dua kali kan ? Coba kita runut, individu kita sendiri, kadang cuma gara-gara Ongkirnya ‘gede’ malah ‘gak’ jadi beli,” jelas Ikhwan.

Untuk itu, produk yang dijual di Qabau Marketplace nantinya hanya mempertemukan satu Ongkir, walaupun bermacam-macam produk yang akan dipesan. “Jadi, mau pesan ini-itu, kita hitungnya cuma 1 ongkir, jadi lebih hemat,” kata Ikhwan.

Keunggulan lain yang paling menonjol adalah penjualah tidak hanya dilakukan pada situs Qabau.com, namun pada 7 eCommerce dan Marketplace yang ada di Indonesia.

“Saat ini, kita sudah menjadi merchant resmi dari sejumlah eCommerce Indonesia, seperti Lazada, MatahariMall dan Blibli. Kemudian, Marketplace seperti Tokopedia, Shopee dan Bukalapak,” ujar Ikhwan.

Menjual pada eCommerce lain merupakan strategi Qabau yang tak dipungkiri bukan tanpa sebab. “Kembali ke faktor tentang jumlah produk, semakin banyak semakin bagus. Jadi, kita ingin memperluas, seluas-luasnya jangkauan produk ini, biar se-Indonesia tahu,” kata Ikhwan.

Sementara itu, terkait kehadiran Qabau Marketplace sendiri, direncanakan akan dirilis pada Januari tahun 2018, mendatang. “Saat ini, kita masih fokus dengan sistemnya, kemudian mengajak pelaku UKM untuk bergabung, sejauh ini, ada 3 UKM besar dari Sumatera Barat yang sudah menyatakan bergabung dengan Qabau. Mudah-mudahan, Januari 2018 sudah bisa finish, dan launch (rilis),” harapnya.

Sekedar informasi, Qabau sendiri sebelumnya sudah lama diperkenalkan, tepatnya pada tahun 2016 dengan nama Kamayoo. Namun, karena ada sejumlah pertimbangan dan persiapan yang matang, akhirnya berganti ‘brand’ serta jadwal rilis yang diundur.