‘Save Maninjau’ Pemkab Agam Galakkan Program Mina Padi

Ilustrasi. Program Mina Padi
Ilustrasi. Program Mina Padi. Foto : Istimewa

Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam bakal menggiatkan program Mina Padi di Kecamatan Tanjung Raya.

Penguatan ini dinilai akan membantu untuk memantapkan program ‘Save Maninjau’ yang saat ini menjadi permasalahan besar pada daerah tersebut.

Kepala DPKP Kabupaten Agam, Ermanto mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kehidupan masyarakat salingka Danau Maninjau tetap terjaga dari segi ekonomi.

Upaya yang dilakukan seperti menggiatkan program Mina Padi agar masyarakat tidak bergantung ke danau untuk membudidaya ikan.

“Program mina padi tersebut dikembangkan di empat nagari yaitu, Nagari Koto Malintang, Koto Gadang, Koto Kaciak, dan Sungai Batang,” kata Ermanto.

Menurut Ermanto, program Mina Padi membuat masyarakat tidak fokus lagi ke danau untuk budidaya ikan yang selama ini mereka geluti. Jika dilihat, program Mina Padi, menurutnya, cukup efisien dan ekonomis.

Ermanto mengibaratkannya dengan ‘mancilam sambia maminum aia’ dengan artian ada program ganda yang terdapat pada satu lokasi.

“Disamping bisa memanen padi, masyarakat juga bisa melakukan panen ikan yang didilaksanakan dalam satu tempat,” jelas Ermanto.

Terkait proses panen, dikatakan Ermanto, masyarakat tidak harus menunggu lama, hanya berlangsung empat bulan saja, masyarakat pun sudah bisa melakukan dua panen sekaligus yakni padi dan ikan.

Ermanto menilai, program ini bisa menunjang ekonomi masyarakat selingka Danau Maninjau yang dulunya fokus kehidupan pada danau.

“Program mina padi ini sebagai program percontohan, sehingga masyarakat salingka Danau Maninjau bisa menerapkan di kawasan mereka masing-masing,” kata Ermanto.

Selain itu, diakui Ermanto, kegiatan itu tidak semua masyarakat bisa melaksanakannya, namun pihaknya berjanji akan terus berupaya merangkul, mengajak, dan mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.

“Sehingga, kelangsungan ekonomi masyarakat yang selama ini cendrung pada keramba, bisa dialihkan menjadi petani mina padi,” harap Ermanto.

Loading...
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...