Seorang Ayah di Kota Solok Cabuli 2 Anak Tirinya Selama 3 Tahun

Foto : Ilustrasi (Internet)

Solok Kota – Masyarakat Kota Solok dihebohkan dengan kasus seorang ayah tiri tega mencabuli 2 orang anaknya yang mana seharusnya dia lindungi tapi malah menjadi budak syahwatnya.

Dua kakak beradik yang masih berstatus pelajar di sekolah dasar (SD) di Kota Solok, menjadi korban pencabulan. Diduga kuat, pelaku “RP” (49) yang tercatat sebagai warga Kampung Jawa, Kota Solok merupakan ayah tiri kedua korban.

Informasi yang berhasil didapat di Mapolres Solok Kota, menyebutkan pelaku berhasil diringkus di kawasan Ampang Kualo, Kota Solok, setelah dilaporkan pihak keluarga korban.

Awalnya, aksi bejat pelaku memang tidak terendus oleh orang lain. Namun dari tingkah laku korban yang terlihat murung disekolah membuat guru curiga. Karena tidak seperti biasanya, guru mencoba mencari tahu mengapa korban berubah

Saat ditanya oleh guru, kedua korban mengakui bahwa dirinya ternyata menjadi korban tindak asusila. Dan yang mengejutkan, pelaku yang tega berbuat bejat terhadap kedua bocah malang itu ternyata bapak tiri korban.

Kejadian itupun dilaporkan kepada ibu korban. awalnya ibu korban tidak percaya atas apa yang didengarnya.

Untuk kepastian, kemudian terhadap kedua korban dilakukan visum. Dan ternyata dari hasil visum diketahui diduga sang anak sudah menjadi korban rudapaksa.

Tidak terima anaknya menjadi korban pencabulan, Ibu korban S (44) kemudian melaporkan suaminya ke Mapolres Solok Kota. Atas laporan itu petugas langsung bergerak mencari pelaku.

Dan akhirnya pelaku ditangkap polisi di kawasan Ampang Kualo, Kota Solok.

Menurut Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Irawan melalui Kasat reskrim AKP Evi Wansri mengatakan dari pengakuan pelaku sementara, perbuatan bejat itu sudah melakukannya sejak tahun 2018 lalu. Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan rumah yang sepi saat istrinya pergi bekerja.

Saat korban pulang sekolah dan rumah dalam keadaan sepi, pelaku melancarkan aksi bejatnya. Kedua adik kakak digilir oleh pelaku.

“Keterangan pelaku, dirinya sudah melakukan hal itu lebih kurang 20 kali sejak 2018 lalu,” terang Evy Wansri.

Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 81 ayat (3) Jo 76E subsidair 82 ayat (2) jo 76E undang – undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang -undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara