Seorang Pelanggan PLN Didenda 18 Juta Akibat Kabel Listrik Terkelupas

  • Bagikan
Foto : internet

Agam – Lili Hayati beralamat di perumahan Nugraha Asri Jorong Tabek Panjang Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, yang merupakan seorang pelanggan Perusahan Listrik Negara (PLN) di Baso dianggap mencuri arus listrik sehingga didenda Rp18 juta.

Selain itu, dirumahnya pun aliran listrik diputus petugas PLN sejak tanggal 10 Februari lalu, karena merasa tidak melakukan pencurian arus listrik, ia pun komplain dan mendatangi Kantor PLN ULP Baso namun, tidak mendapat tanggapan.

Petugas PLN tetap menegaskan ia harus membayar denda sebesar Rp18 juta. Setelah itu, barulah aliran listrik ke rumahnya disambung kembali.

Menurutnya, rumahnya saat itu didatangi oleh lima orang petugas PLN untuk mengecek kabel listrik di atap rumah, dan saat mengecek petugas tersebut melihat ada kabel yang terkelupas. Mendapati hal petugas menanyakan kenapa kabel listrik sampai terkelupas.

Baca Juga :  Abai Prokes, Satu Restoran yang Viral di Padang Didenda

“Saya jawab, saya tidak tahu kenapa kabel listrik itu terkelupas. Pada saat membeli rumah kepada developer pada tahun 2018 sudah ada listrik dan air. Jadi, saya tidak tahu sejak kapan kabel itu terkelupas,” kata Lili kepada salah satu media pada Selasa, 23 Februari 2021.

Sebelum petugas menurunkan kabel dari atap rumah, Petugas tersebut meminta kaber agar diperbaiki supaya tidak terjadi kebakaran.Ia pun bersedia kabel itu dicopot dan diperbaiki karena merasa cemas saat itu. Setelah kabel dicopot, kemudian petugas menyodorkan surat yang harus ditanda tangani. ia pun menadatangai surat tersebut tanpa ada kecurigaan apapun dan menurut petugas surat itu harus dibawa ke Kantor PLN ULP Baso untuk penyambungan listrik kembali.

Baca Juga :  PLN Pastikan UP2B dan Petugas Siaga di Sumbar

“Sampai di Kantor PLN Baso saya terkejut karena dituduh telah mencuri aliran listrik. Setelah saya jelaskan, mereka tetap tidak terima dan menyalahkan saya,” ucapnya.

Sejak saat itu, perekonomian keluarga terganggu karena dia tidak bisa berjualan kecil kecilan di rumah yang memerlukan aliran listrik.

“Saya bukan berasal dari keluarga mapan. Untuk membayar denda sebanyak itu kami tidak mampu,” tuturnya.

Manager ULP PLN Baso, Yulius ferianto mengatakan, jika ditemukan pelanggaran akan dilakukan penertiban sementara. Namun, setelah dibayar sangsi administrasi maka penyambungan kembali bisa dilaksanakan.

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran di lapangan akan dilakukan penindakan oleh petugas PLN. Pelanggan diberikan keringanan untuk mencicil denda bagi sebanyak 12 kali angsuran,” ucapnya.

  • Bagikan