Todongkan Pistol Ke Tim Kampanye, Ketua Demokrat Solok Jawab Itu Hanya Korek Api
Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi
Solok Arosuka – Beberapa hari belakangan ini masyarakat solok digemparkan dengan beredarnya video Ketua Demokrat Kabupaten Solok, Ismael Koto dibanyak platform media sosial, menodongkan pistol ke seseorang yang diketahui merupakan tim kampanyenya. Pria itu bernama Yulmar Yulianto.
Pasca beredarnya video tersebut banyak pendapat pro dan kontra masyarakat baik di ruang publik dan juga di media sosial, hal tersebut menjadi perhatian publik dan viral karena dinilai sensasional.
Dari video yang beredar tersebut, terlihat Ismael yang memakai baju merah mempertanyakan soal uang yang telah dipinjam oleh Yulmar. Uang itu sebesar Rp 5 juta, digunakan untuk modal usaha.
Yulmar telah meminjam ke Ismael beberapa kali. Awalnya pembayaran lancar, untuk berikutnya, pembayaran mulai bermasalah.
“Senin pinjam Jumat dipulangkan, nyatanya bagaimana?” begitu potongan percakapan Ismael dengan Yulmar di dalam video.
Yulmar menjawab bahwa kondisinya yang membuat ia tak mampu membayar utang. Bahkan Yulmar menegaskan dirinya tak berniat untuk mengelabui, dan menyinggung soal perjuangannya memenangkan Ismael pada Pileg 2024.
“Tidak sesuai perjuangan kamu itu, apa hasil perjuangan kamu itu?” tegas Ismael.
Dalam video itu, kemudian terdengar anggota tim kampanye Ismael yang lain yang mempertahankan perolehan suara yang didapat oleh Yulmar. Namun Yulmar malah mempersoalkan soal uang yang telah disebarkan.
“Uang yang bang sebarkan berapa? Uang bukan ke saya diserahkan, buka saya yang sebarkan,” ujar Yulmar.
Di ujung video, Ismael yang terlihat sudah emosi kemudian mengeluarkan benda seperti pistol. Senjata mirip pistol itu kemudian ditodongkan ke kepala Yulmar.
Dikutip dari KumparanNEWS, Ismael mengklarifikasi bahwa benda yang dikeluarkannya itu bukan senjata api sungguhan. Benda menyerupai pistol tersebut adalah korek api.
“Itu mancis (macis—KBBI) yang seperti senjata api. Bukan senjata api, mancis atau korek api,” kata Ismael saat dihubungi, Selasa (5/3).
Ismael membeberkan, dirinya telah emosi karena Yulmar berbelit dalam pembayaran utangnya. Padahal sebelumnya, ia memohon dan bahkan mau memakai perjanjian hitam di atas putih hingga pakai jaminan.
“Dia minta bantu. Untuk usaha katanya. Boleh buat hitam di atas putih, dan bahkan memberikan jaminan STNK atau surat tanah. Tapi saya jawab tidak usah sejauh itu. Akhirnya saya pinjamkan,” katanya.
Ismael mengaku dirinya tersulut emosi setelah Yulmar bersikeras bahwa uang yang dipinjamnya untuk usaha malah terpakai untuk yang lain. Selain itu, Yulmar tidak mau menandatangi surat soal pembayaran utangnya sesuai janjinya yang dulu.
Bahkan, lanjut Ismael, Yulmar kedapatan merekam secara diam-diam. Padahal ia merupakan tamu yang datang kekediaman Ismael.
“Siapa yang tidak dongkol, bukanya berterima kasih ke saya (sudah ditolong). Kalau betul orang Minang dia, memohon katakan belum bisa bayar, bukan bersikeras,” ujarnya.
Ismael menegaskan, uang Rp 5 juta yang dipersoalkan bukan sangkut-pautnya dengan perolehan suara yang didapat di Pileg. Ini murni soal utang piutang secara pribadi.
“Sedangkan polisi saja, membuat surat tugas, meminta izin. Ini dia (ambil video) tidak minta izin. Jadi itulah kenapa saya terpancing emosi, saya berharap tentunya media sosial dan masyarakat jangan menjustifikasi, belum tahu persoalannya,” imbuhnya.
“Terkait dengan itu, saya akan mengambil langkah hukum. Mungkin saya akan mengumpulkan bukti-bukti, karena telah menyebarkan fitnah di media sosial,” sambung Ismael.