EkonomiSumatera Barat

Bank Nagari Alami Penurunan Laba Kuartal III 2024

995
×

Bank Nagari Alami Penurunan Laba Kuartal III 2024

Sebarkan artikel ini

Angka ini menurun 10,25% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp388,16 miliar.

Padang – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari mencatat laba bersih sebesar Rp348,35 miliar pada kuartal III/2024.

Angka ini menurun 10,25% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp388,16 miliar.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Bank Nagari juga mengalami sedikit penurunan menjadi Rp1,35 triliun pada kuartal III/2024, dibandingkan Rp1,37 triliun pada kuartal III/2023.

Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat meningkat sebesar Rp139,31 miliar pada September 2024, tetapi pertumbuhannya hanya 2,88% year-on-year (yoy), jauh lebih kecil dibandingkan pertumbuhan 12,11% pada periode yang sama tahun lalu.

Meski laba bersih menurun, Bank Nagari mencatat pertumbuhan kredit sebesar 4,09% yoy, dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp21,48 triliun pada kuartal III/2024.

Pembiayaan syariah juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 18,29% yoy, mencapai Rp3,84 triliun pada September 2024.

Namun demikian, kenaikan ini belum cukup untuk mengimbangi penurunan laba bersih secara keseluruhan.

Dari sisi kualitas aset, Bank Nagari berhasil memperbaiki rasio kredit bermasalah (NPL) gross menjadi 2,07% pada September 2024, lebih baik dibandingkan 2,17% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, NPL net justru sedikit meningkat dari 0,31% menjadi 0,33%.

Pada aspek dana pihak ketiga (DPK), Bank Nagari mencatat pertumbuhan sebesar 6,59% pada kuartal III/2024, mencapai Rp27,02 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah atau CASA yang naik 8,5% menjadi Rp11,92 triliun.

Sementara itu, unit syariah Bank Nagari turut mencatatkan pertumbuhan positif dengan laba sebesar Rp141,1 miliar pada September 2024, naik 7,81% yoy.

Peningkatan ini didorong oleh pendapatan setelah distribusi yang mencapai Rp196,07 miliar, serta fee based income yang melonjak dari Rp50 juta menjadi Rp821 juta pada September 2024.


Sumber Data : Bisnis Indonesia

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.