KABARSUMBAR – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat telah mencatatkan sejarah baru dengan membuka Program Studi (Prodi) S1 Kedokteran Hewan. Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 0161/E1/HK.03.00/2025 menjadi landasan pembukaan prodi ini, yang diumumkan secara resmi pada Jumat (17/1). Prodi ini menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) Indonesia dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Sumatera.
Langkah strategis ini menunjukkan komitmen UM Sumatera Barat untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter hewan di Indonesia. Prodi S1 Kedokteran Hewan akan mulai menerima mahasiswa baru segera, sementara proses perkuliahan perdana dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025.
Persiapan intensif telah dilakukan, termasuk pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium pendukung. Selain itu, universitas ini menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi mitra penting dalam memastikan kualitas dan pengelolaan prodi ini. Bahkan, UGM berperan sebagai supervisi pendirian Prodi Kedokteran Hewan di UM Sumatera Barat.
Rektor UM Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, M.A., mengungkapkan rasa syukurnya atas langkah maju ini. “Pembukaan Prodi S1 Kedokteran Hewan dan Program Profesi Dokter Hewan ini sangat penting, mengingat tingginya permintaan akan tenaga profesional di bidang ini,” jelasnya. Dr. Riki juga memastikan bahwa universitas siap menyambut mahasiswa baru dan berkomitmen memberikan pendidikan terbaik.
Kehadiran Prodi Kedokteran Hewan di UM Sumatera Barat diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga mendukung kebutuhan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Dengan pengelolaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, prodi ini diharapkan mampu mencetak lulusan unggul dan berdaya saing global.






