Solok Kota – Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar menjadi tamu dalam Podcast Haluan yang perdana kali, Di Kantor Haluan, Eks Lanud Tabing, Kota Padang, Jum’at (17/01/25).
Turut mendampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Solok, Heppy Dharmawan, Kabid IKP Dinas Kominfo Kota Solok, Alwa Dudi beserta jajaran.
Kedatangan Wako disambut langsung Pemimpin Umum Harian Haluan, Zul Efendi beserta jajaran.
Podcast itu membahas tentang rekam jejak positif H.Zul Elfian Umar selama dua periode menjadi Wali Kota Solok dan satu periode menjadi Wakil Wali Kota Solok.
Diharapkan dengan materi Podcast ini akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi pemimpin masa depan, masyarakat umumnya dan khususnya generasi muda.
Sebagai aparatur pemerintah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, Kami mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Solok untuk memperkuat komitmen kita dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel.
Kami juga mengingatkan seluruh ASN untuk selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kepercayaan masyarakat kepada kita adalah harga diri kita sebagai aparatur pemerintah. Mari kita tunjukkan bahwa kita bukan hanya bekerja untuk memperoleh gaji, tetapi juga untuk menjalankan amanah yang telah diberikan oleh rakyat. “ucap Wako
Bupati Tanah Datar Eka Putra mengharapkan sinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan daerah melalui dukungan anggaran di luar APBD yang terbatas.
Pemerintah resmi menurunkan suku bunga kredit PNM Mekaar bagi perempuan prasejahtera menjadi 8 persen per tahun guna memperluas akses permodalan usaha ultra mikro.
Pemkab Tanah Datar kerahkan ASN laksanakan gotong royong massal, tingkatkan kebersihan kantor, optimalisasi informasi media sosial, dan percepatan realisasi APBD triwulan IV 2026.
Pemerintah Kota Padang bersama Perumda PSM menindaklanjuti keluhan penumpang terkait pelayanan awak bus Trans Padang dengan memanggil pihak terkait dan menyiapkan sanksi tegas.
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak akan menggantikan peran Pengantar Kerja. Teknologi AI justru dihadirkan untuk memperkuat efisiensi dan jangkauan layanan penempatan tenaga kerja.