PADANG – Sebanyak 15 finalis UMKM Champion 2026 Kota Padang menjalani tahapan asesmen lanjutan di Balai Kota Padang, Jumat (6/11/2026). Fokus utama penilaian kali ini adalah membedah kesiapan produk lokal untuk menembus pasar ekspor internasional.
Tim penilai yang terdiri dari para ahli ekspor membedah manajemen dan kualitas produksi setiap kontestan. Evaluasi mendalam ini menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha untuk memacu inovasi bisnis agar lebih kompetitif di kancah global.
Arina Zuliany, pemilik usaha kuliner Ring Bun, menaruh optimisme tinggi untuk menembus posisi tiga besar. Ia kini tengah mengolah potensi lokal melalui inovasi tepung berbahan pisang kepok asal Mentawai.
“Kami terus membenahi manajemen dan kualitas pangan agar siap bersaing di pasar global,” ujar Arina.
Langkah serupa ditempuh oleh pemilik Nona Jewelry, Susanti Rahim. Baginya, kompetisi ini bukan sekadar adu gengsi, melainkan ruang pemberdayaan perempuan sekaligus akselerator ekspansi bisnis.
Brand perhiasan miliknya yang telah berekspansi ke berbagai kota besar kini membidik pasar mancanegara sebagai target jangka panjang. Susanti optimistis standar yang ditetapkan dalam kompetisi ini mampu meningkatkan daya tawar produknya.
Pemerintah Kota Padang sendiri berharap ajang UMKM Champion mampu memantik inovasi berkelanjutan di kalangan pelaku usaha lokal. Melalui penguatan standar mutu, produk asli Padang diharapkan tidak lagi sekadar menjadi pemain lokal, melainkan mampu merambah pasar luar negeri secara konsisten.






