BudayaSumatera Barat

Taman Budaya Sumbar Kembangkan Film, Sasar Generasi Muda Lewat Sastra

592
×

Taman Budaya Sumbar Kembangkan Film, Sasar Generasi Muda Lewat Sastra

Sebarkan artikel ini
angkat-isu-lingkungan,-taman-budaya-sumbar-hadirkan-program-film-dan-puitisenja-di-2026
Angkat Isu Lingkungan, Taman Budaya Sumbar Hadirkan Program Film dan Puitisenja di 2026

Padang – Taman Budaya Sumatera Barat (TB Sumbar) siap menggebrak dunia perfilman mulai tahun 2026.

Langkah ini menandai babak baru bagi TB Sumbar, yang selama ini dikenal dengan seni pertunjukan dan sastra.

Terobosan ini diumumkan langsung oleh Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid.

Ia menegaskan ekspansi ke dunia film adalah respons terhadap perkembangan dinamis seni di Sumatera Barat. “Pada 2026 ada hal baru di Taman Budaya, yaitu film,” tegasnya.

Selama ini, pengembangan film di daerah lebih banyak bertumpu pada inisiatif dari tingkat kementerian.

Kini, TB Sumbar didorong untuk mengambil peran aktif dalam memajukan perfilman daerah.

Rencana ini disambut antusias oleh para sineas lokal. Rori, seorang pembuat film asal Sumatera Barat, menyarankan agar TB Sumbar memulai dengan serangkaian workshop.

Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas para pembuat film di daerah. “Karena ini sesuatu yang baru di Taman Budaya, sebaiknya dimulai dari workshop untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas pelaku film di Sumbar,” ujarnya.

Pengembangan film di TB Sumbar akan dimulai dengan serangkaian kegiatan strategis.

Workshop dan festival film AndalaSinema menjadi agenda utama. Harapannya, langkah ini dapat membangun ekosistem perfilman lokal yang berkelanjutan.

Selain merambah dunia film, TB Sumbar juga akan meluncurkan program baru bernama Puitisenja.

Program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara sastra dan musik. Puitisenja menyasar generasi muda yang tertarik pada buku-buku sastra, filsafat, dan politik.

Konsepnya dikemas dalam suasana santai, sambil menikmati kopi dan alunan musik.

Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni TB Sumbar, Ade Efdira, menjelaskan bahwa Puitisenja hadir sebagai jawaban atas kebutuhan generasi muda.

“Puitisenja ini kami lihat sangat diminati generasi muda. Ada kebutuhan ruang ekspresi sastra yang lebih cair dan dekat dengan gaya hidup mereka,” ungkapnya.

TB Sumbar juga berkomitmen untuk melanjutkan program-program unggulan yang telah berjalan sukses sebelumnya. Saba Fest, festival seni untuk disabilitas, akan kembali hadir.

Selain itu, ada pula lomba menulis cerpen, workshop tari, workshop komposisi teater, serta workshop komposisi musik.

Untuk tahun 2026, TB Sumbar menetapkan tema besar pelestarian lingkungan.

Tema ini diharapkan dapat menginspirasi para seniman lintas disiplin untuk menciptakan karya-karya kreatif yang relevan dengan isu-isu lingkungan yang mendesak.

Ade Efdira menegaskan komitmen Taman Budaya untuk merangkul seluruh jenis seni yang berkembang di masyarakat.

“Taman Budaya memiliki komitmen untuk menaungi seluruh jenis seni yang berkembang di masyarakat, tanpa memandang usia maupun latar belakang,” tegasnya.

Diskusi intensif mengenai program tahun 2026 melibatkan berbagai pihak. Pelaku seni, komunitas, hingga seniman lintas generasi turut memberikan masukan. Tujuannya, untuk menyempurnakan program agar semakin relevan dan berdampak.

Namun, seniman Nasrul Azwar menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas pendukung. “Bagus apa pun acaranya, kalau fasilitas tidak mendukung, tentu akan mengurangi minat seniman untuk tampil,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, M. Devid menyatakan bahwa TB Sumbar tengah membangun fasilitas pentas seni baru. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang presentasi karya seniman yang lebih representatif.

Di tengah keterbatasan gedung dan fasilitas, TB Sumbar berhasil mempertahankan status Tipe A. Sertifikasi dari Kementerian Kebudayaan RI ini membuktikan kualitas program kegiatan TB Sumbar yang dinilai sangat baik dan berada di atas rata-rata instansi sejenis.

Penilaian didasarkan pada sejumlah indikator.

Variasi program yang beragam, kualitas media publikasi dan penerbitan, serta sasaran program yang inklusif menjadi poin penting.

TB Sumbar tidak hanya merangkul seniman senior, tetapi juga remaja Gen Z, anak-anak, hingga penyandang disabilitas yang selama ini kerap luput dari perhatian.

Dengan berbagai program baru dan kesinambungan kegiatan lama, Taman Budaya Sumatera Barat optimistis dapat memperkuat perannya.

TB Sumbar ingin menjadi ruang kreatif yang inklusif, relevan, dan berdampak bagi perkembangan seni budaya daerah pada 2026 mendatang.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.