KampusSumatera Barat

UNAND Dorong Wisudawan Adaptif Menghadapi Era AI

310
×

UNAND Dorong Wisudawan Adaptif Menghadapi Era AI

Sebarkan artikel ini
ai-dan-dunia-kerja-berubah-cepat,-rektor-unand-minta-lulusan-jadi-generasi-future-ready
AI dan Dunia Kerja Berubah Cepat, Rektor UNAND Minta Lulusan Jadi Generasi Future Ready

Padang – Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menegaskan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI bukan ancaman bagi pendidikan dan dunia kerja, melainkan peluang besar bagi mereka yang cepat beradaptasi.

Pesan itu ia sampaikan dalam Wisuda II Tahun 2026 Universitas Andalas di Auditorium UNAND, Sabtu (9/5/2026).

Efa mengingatkan para wisudawan bahwa perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Sejumlah profesi lama akan tergeser, tetapi pada saat yang sama muncul peluang dan jenis pekerjaan baru yang sebelumnya belum ada.

“Saya masih percaya bahwa teknologi itu akan menciptakan banyak peluang, asalkan kita mau beradaptasi cepat,” ujar Efa. Ia menambahkan, kemajuan AI telah mengubah cara kerja di berbagai sektor, bahkan pekerjaan yang dulu memerlukan waktu berhari-hari kini bisa selesai dalam hitungan detik.

“Kita hidup di era VUCA, dunia yang penuh ketidakpastian, perubahan cepat, dan kompleksitas. Kecerdasan buatan kini mampu mengerjakan dalam hitungan detik apa yang dulu membutuhkan waktu berhari-hari,” katanya.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut menjadi generasi future ready atau siap menghadapi masa depan. Menurut Efa, future ready bukan berarti mengetahui semua jawaban, melainkan memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas di tengah perubahan zaman.

“Era yang mereka hadapi penuh ketidakpastian dan perubahan cepat. Untuk memenangkan persaingan dibutuhkan lulusan yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Efa juga menilai konsep long life learning atau belajar sepanjang hayat menjadi kunci agar generasi muda tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia menekankan pentingnya membangun jejaring untuk peluang studi maupun karier.

“Mereka harus terus belajar dan membangun networking dengan siapa saja, termasuk untuk peluang studi maupun karier,” katanya.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, Universitas Andalas mulai mengintegrasikan materi AI, data analitik, dan kewirausahaan ke berbagai program studi. Efa menyebut setiap prodi perlu memahami aplikasi AI dan data analitik di bidang masing-masing.

“Jadi bukan hanya belajar teori, tetapi memahami bagaimana teknologi digunakan di dunia industri,” ujarnya.

Selain penguasaan teknologi, Efa menilai kreativitas, kemampuan adaptasi, dan jiwa kewirausahaan menjadi modal utama lulusan perguruan tinggi di masa depan. “Kampus tidak boleh hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga generasi yang mampu menciptakan peluang baru,” katanya.

Dalam wisuda itu, Efa juga memaparkan sejumlah capaian UNAND. Kampus tersebut kini mengantongi akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT hingga 2028, dengan 57 persen program studi berstatus akreditasi Unggul. Di tingkat internasional, UNAND kembali masuk pemeringkatan dunia Times Higher Education (THE) 2025 dan menempati posisi ke-8 nasional, serta peringkat 201-250 dunia dalam Interdisciplinary Science Ranking THE.

UNAND juga terus memperkuat transformasi digital melalui penerapan tanda tangan elektronik pada ijazah, platform MyUNAND, sistem SAKU Digital, hingga layanan administrasi terpadu satu pintu. Sepanjang 2025, kampus itu telah meluluskan 8.180 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.

Saat ini, UNAND memiliki lebih dari 32 ribu mahasiswa aktif dan 156 program studi. Dalam kesempatan itu, Efa juga memberi apresiasi kepada Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian yang berhasil menyelesaikan studinya.

“Keberhasilan Rafael menunjukkan bahwa kesempatan akademik harus terbuka bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya. Menutup sambutannya, Efa mengingatkan wisudawan untuk terus menjaga rasa ingin tahu, kemampuan kolaborasi, dan nama baik dalam perjalanan karier mereka.

“Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal dari perjuangan panjang,” katanya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.