Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mempercepat transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia melalui konsep “Mini Campus”.
Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan pusat pembelajaran vokasi yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan industri terkini.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa BPVP tidak lagi sekadar menjadi tempat pelatihan kerja konvensional.
Melalui konsep Mini Campus, balai-balai tersebut akan dikembangkan menjadi pusat ekosistem kompetensi yang terintegrasi, mandiri, serta mampu merespons dinamika pasar kerja secara cepat.
“Konsep Mini Campus ini dirancang agar BPVP tidak hanya menjadi tempat pelatihan kerja. Nantinya, BPVP bertransformasi menjadi pusat pembelajaran vokasi yang terintegrasi, adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja, dan mandiri,” ujar Yassierli saat membuka kegiatan Strategi dan Kick-Off Transformasi BPVP di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Transformasi ini mencakup penguatan sarana, prasarana, hingga pemanfaatan teknologi mutakhir. Yassierli menargetkan lulusan dari Mini Campus tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mempunyai daya saing tinggi dan semangat inovasi.
Dalam upaya menjamin efektivitas program, pemerintah menetapkan target serapan lulusan yang ambisius.
Yassierli menegaskan tingkat penempatan kerja bagi lulusan pelatihan di Mini Campus harus mencapai minimal 80 persen.
Guna mendukung akselerasi tersebut, Kemnaker memperluas akses masyarakat melalui penyediaan puluhan ribu paket pelatihan gratis.
Seluruh program ini telah terintegrasi dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui portal daring SIAPKerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Darmawansyah, menambahkan perubahan ini mencakup aspek fundamental dalam operasional balai.
Menurutnya, langkah ini merupakan perombakan total cara kerja dan budaya layanan.
“Transformasi ini bukan hanya perubahan struktur, tetapi juga perubahan cara kerja, orientasi kerja, dan budaya layanan,” ungkap Darmawansyah.
Kemnaker berharap langkah ini mampu mencetak talenta unggul yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja nasional maupun global.
Dengan ekosistem yang lebih responsif, BPVP diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam penyediaan SDM berkualitas untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.






